Daerah
Fraksi Golkar Beri Catatan APBD Perubahan Sambas, Soroti PAD hingga Layanan Kesehatan
mercusuar.co.id – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Sambas memberikan sejumlah catatan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2026.
Pandangan umum tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sambas, Uray Farida, dalam agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Sambas Tahun 2026, Rabu (9/9/2026).
Dalam pandangannya, Fraksi Golkar mengapresiasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah menyusun Nota Keuangan Perubahan APBD 2026 dengan mempertimbangkan kewajiban pemerintah pusat, kebutuhan daerah yang bersifat mengikat dan mendesak, serta prinsip efisiensi dan efektivitas penganggaran.
Namun, Fraksi Golkar meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kenaikan target pendapatan daerah yang mencapai Rp1,93 triliun atau meningkat 4,84 persen.
Juru Bicara Fraksi Golkar, Uray Farida, mengatakan kenaikan pendapatan tersebut perlu dijelaskan secara transparan, terutama terkait sumber peningkatan dan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami mengapresiasi proyeksi kenaikan pendapatan. Namun pemerintah daerah jangan hanya bergantung pada penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat maupun transfer antardaerah,” ujar Uray Farida.
Fraksi Golkar mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah secara rasional, terukur dan tetap berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Uray juga meminta Pemkab Sambas merinci berapa besar kenaikan pendapatan yang berasal dari optimalisasi PAD dan berapa yang bersumber dari penyesuaian dana transfer pemerintah pusat maupun antardaerah.
Selain persoalan pendapatan, Fraksi Golkar menekankan pentingnya pengawasan terhadap realisasi target pendapatan hingga akhir tahun anggaran. Evaluasi realisasi semester I 2026 dinilai harus menjadi dasar dalam memastikan target Rp1,93 triliun dapat tercapai secara maksimal.
Pada sektor belanja, Fraksi Golkar meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap mitigasi bencana dan ketahanan lingkungan, khususnya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan.
Uray mengatakan alokasi anggaran yang memadai diperlukan untuk mendukung penanganan karhutla sekaligus mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Pemda dituntut secara tanggap mengalokasikan anggaran belanja yang memadai guna penanggulangan bencana karhutla serta penanganan dampak situasional pascabencana,” katanya.
Selain karhutla, pemerintah daerah juga diminta memperhatikan kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan yang rawan mengalami kekeringan dan krisis air.
Fraksi Golkar juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan di Kabupaten Sambas.
Uray Farida mengapresiasi penetapan dua rumah sakit di Sambas sebagai rumah sakit rujukan jantung serta RSUD Pemangkat sebagai rumah sakit rujukan stroke untuk wilayah Singbebas, yakni Singkawang, Bengkayang dan Sambas.
Menurutnya, peningkatan status layanan rujukan tersebut harus diikuti dengan dukungan anggaran untuk pengadaan peralatan medis modern, sarana pendukung serta peningkatan kapasitas tenaga medis dan paramedis.
“Kami memberikan apresiasi tinggi dan mendukung penuh penetapan strategis tersebut,” ujar Uray.
Fraksi Golkar berharap penguatan sarana, prasarana dan sumber daya manusia kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjadikan fasilitas kesehatan Kabupaten Sambas semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Uray menegaskan, seluruh kebijakan dalam APBD Perubahan 2026 harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi ancaman karhutla, kekeringan, kebutuhan air bersih serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. (Red)
Daerah
Bahas Aruk dan Entikong, Bupati Satono Dorong Sinergi Pembangunan Kawasan Perbatasan
Mercusuar.Co.Id – Penguatan kerja sama antardaerah menjadi salah satu upaya yang didorong Bupati Sambas, Satono, dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan. Hal tersebut dibahas saat dirinya bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, bersama jajaran, Kamis malam (29/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kabupaten Sanggau itu membahas sejumlah isu strategis, terutama pengelolaan kawasan perbatasan negara serta peluang kolaborasi antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sanggau.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua kepala daerah bertukar pandangan mengenai potensi dan tantangan pembangunan di wilayah masing-masing.
Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, menyambut baik pertemuan tersebut. Menurutnya, Sambas dan Sanggau memiliki kedekatan tersendiri yang dapat menjadi dasar memperkuat hubungan antardaerah.
“Sambas dan Sanggau memiliki ikatan kebatinan. Untuk persiapan seperti apa kerja samanya, secara teknis bisa kita tindak lanjuti,” ujar Yohanes Ontot.
Ia menjelaskan, kedua kabupaten juga memiliki kesamaan karakteristik karena sama-sama berbatasan langsung dengan negara tetangga. Sambas memiliki kawasan perbatasan Aruk, sementara Sanggau memiliki kawasan Entikong.
“Dengan adanya kesamaan wilayah perbatasan ini, tentu banyak hal yang bisa kita diskusikan dan saling pelajari. Pengalaman masing-masing daerah bisa menjadi bahan untuk mendorong pembangunan kawasan perbatasan,” ungkapnya.
Menurut Yohanes, hubungan baik yang telah terjalin perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan lebih teknis agar peluang kerja sama dapat diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Sambas, Satono, menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi antarpemerintah daerah, terutama dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan kawasan perbatasan.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk mempererat hubungan sekaligus membuka ruang diskusi. Kita ingin potensi yang dimiliki masing-masing daerah bisa dikomunikasikan dan dikembangkan bersama,” ujar Satono.
Ia juga menilai, persoalan kawasan perbatasan tidak bisa hanya diselesaikan oleh satu daerah. Diperlukan sinergi dan koordinasi agar berbagai kebutuhan pembangunan mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.
“Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai persoalan di kawasan perbatasan bisa kita sampaikan dan perjuangkan bersama. Harapannya, pembangunan di wilayah perbatasan semakin mendapat perhatian dan dukungan,” tambahnya.
Satono berharap hubungan baik antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sanggau tidak berhenti pada pertemuan silaturahmi, tetapi berlanjut melalui pembahasan konkret mengenai peluang kerja sama. (red)
Daerah
Wakil Ketua DPRD Sambas Apresiasi Peran Bunda PAUD dalam Kemajuan Pendidikan
mercusuar.co.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinand Syolihin, mengapresiasi perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Sambas serta semangat kontingen Laskar HIMPAUDI yang akan berlaga pada kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sintang.
Apresiasi tersebut disampaikan Ferdinand saat menghadiri pelepasan kontingen Laskar HIMPAUDI Sambas dalam rangka peringatan HUT HIMPAUDI Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Keberbakatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Rabu (28/10/2026).
Ferdinand menilai perkembangan PAUD di Kabupaten Sambas tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Bunda PAUD Kabupaten Sambas, Yunisa, yang turut berperan dalam mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.
“Perkembangan PAUD di Kabupaten Sambas sampai hari ini benar-benar luar biasa dan tentu ini tidak lepas dari peran Bu Yunisa yang telah memberi warna,” ujarnya.
Menurut Ferdinand, PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dini. Karena itu, pengembangan pendidikan anak usia dini perlu menjadi perhatian bersama melalui dukungan dan sinergi berbagai pihak.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendukung program pembangunan, termasuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sambas.
“PAUD menjadi fondasi awal dalam pembangunan anak-anak kita untuk mendukung kegiatan Bupati Sambas. Sinergi pemerintah dan DPRD sampai hari ini berjalan dengan sangat lancar,” ungkapnya.
Ferdinand berharap kontingen Laskar HIMPAUDI Sambas dapat mengikuti kompetisi di Sintang dengan penuh semangat serta membawa nama baik Kabupaten Sambas.
Daerah
Bupati Satono Tekankan Pemanfaatan Bantuan Pertanian Rp17 Miliar untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sambas
MErcusuar.Co.Id – Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian Kabupaten Sambas melalui program Matching Grant dan ICER dengan nilai bantuan lebih dari Rp17 miliar. Ia meminta seluruh penerima manfaat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikan Satono dalam kegiatan di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kamis (29/10/2026). Ia menyampaikan ucapan selamat kepada kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), koperasi, serta seluruh penerima manfaat yang telah terpilih mendapatkan bantuan.
Menurut Satono, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi pertanian dan semangat masyarakat petani Sambas.
“Saya berharap bantuan melalui program Matching Grant dan ICER ini benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai bantuan yang diberikan pemerintah hanya menjadi kegiatan seremonial. Alat dan mesin pertanian yang sudah diterima harus dijaga, dirawat, dan digunakan sesuai peruntukannya agar memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, modernisasi pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi waktu, menghemat tenaga, mempercepat proses produksi, serta meningkatkan hasil panen. Namun, modernisasi tidak cukup hanya dengan menyediakan alat dan mesin pertanian, melainkan harus didukung sumber daya manusia yang terampil dan kelembagaan petani yang kuat.
Satono juga menyoroti potensi produksi padi Kabupaten Sambas. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, produksi padi Sambas pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 205.000 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi daerah diperkirakan sekitar 100.000 ton.
“Ini menunjukkan bahwa Sambas memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan. Kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri, tetapi juga berpotensi membantu memenuhi kebutuhan daerah lain,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa produksi yang tinggi harus diimbangi dengan kepastian pasar dan harga jual yang menguntungkan petani. Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian sangat bergantung pada kemampuan petani memperoleh pendapatan yang layak dari hasil panen mereka.
“Jangan sampai petani sudah bekerja keras, hasil panen melimpah, tetapi harga yang diterima justru tidak menguntungkan. Karena itu, kita perlu memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, koperasi, dan pelaku usaha agar hasil produksi petani terserap pasar dengan harga yang layak,” tegasnya.
Selain memperkuat pasar dalam negeri, Satono turut menyoroti peluang pemasaran beras Sambas ke Sarawak, Malaysia. Ia menyebutkan, pembahasan kerja sama perdagangan sebelumnya membuka peluang bagi hasil pertanian daerah untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Namun, peluang tersebut perlu didukung kesiapan infrastruktur perdagangan dan perbatasan, mekanisme perizinan, standar mutu, serta kebijakan ekspor yang berlaku.
“Kita juga harus melihat peluang pasar yang lebih luas, termasuk ke Sarawak, Malaysia, dengan tetap mengikuti ketentuan perdagangan yang berlaku. Jangan sampai produksi kita sudah siap, tetapi peluang pemasaran terhambat karena infrastruktur dan mekanisme perdagangan belum memadai,” ujarnya.
Satono juga mendorong penyuluh pertanian, kelompok tani, dan dinas terkait untuk memperkuat pendampingan kepada petani, terutama dalam penerapan pola tanam, penggunaan teknologi, pengelolaan lahan, dan peningkatan produktivitas per hektare.
Ia menilai, data pertanian yang akurat sangat diperlukan agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran, biaya produksi dapat ditekan, dan kualitas hasil panen terus meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Satono menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, jajaran dinas terkait, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan sektor pertanian Kabupaten Sambas.
Ia mengajak seluruh petani untuk memperkuat kerja sama, menjaga bantuan yang telah diterima, serta terus meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian.
“Saya ingin petani Sambas semakin maju, semakin sejahtera, dan mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern. Mari kita jaga bantuan ini bersama-sama dan buktikan bahwa petani Sambas siap berkembang menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan,” pungkasnya.
-
Uncategorized11 bulan agoDiterima Perintah Pusat Usulan PPPK Paruh Waktu Sambas Segera Siapkan Berkas
-
Uncategorized11 bulan agoKetua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat
-
Sambas11 bulan agoLonjakan Pasien Capai Seribu Orang, RSUD Sambas Siapkan Pembangunan Gedung Baru
-
Uncategorized11 bulan agoRSUD Sambas Bantah Tuduhan Layanan Buruk
-
Daerah11 bulan agoSinergi Kemenkumham dan DPRD Sambas Tingkatkan Kualitas Regulasi Daerah
-
Daerah11 bulan agoBupati Satono Operasi Pasar Murah di Sajingan Besar, Pastikan Harga Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
-
Daerah11 bulan agoTP PKK dan BPBD Sambas Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Selakau
-
Daerah12 bulan agoPelatihan Tata Rias TP PKK Sambas, Buka Peluang Usaha bagi Kaum Ibu
