Sambas
Lantik 44 Pejabat, Bupati Satono Tekankan Inovasi dan Loyalitas Percepat Pembangunan Sambas
Mercusuar.Co.Id – Pemerintah Kabupaten Sambas kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan puluhan pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Sebanyak 44 pejabat yang terdiri atas pejabat administrator, pengawas, dan pejabat fungsional resmi dilantik oleh Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., Minggu (6/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan melalui mekanisme mutasi, rotasi, dan promosi jabatan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Sambas.
Dalam arahannya, Bupati Satono menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru menerima amanah. Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk mensyukuri kepercayaan yang diberikan dan menjadikannya sebagai motivasi untuk memberikan kinerja terbaik.
“Kita patut bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk mengabdi. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas, saya mengucapkan tahniah dan selamat kepada Bapak dan Ibu yang hari ini dilantik,” ucap Satono.
Menurutnya, dinamika mutasi, rotasi, maupun promosi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pembinaan karier aparatur sipil negara. Kebijakan tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk hukuman, melainkan langkah penyegaran organisasi agar roda pemerintahan semakin efektif.
“Mutasi, rotasi, dan promosi merupakan hal yang biasa dalam organisasi pemerintahan. Ini bukan sanksi, tetapi bagian dari penyegaran agar pelaksanaan tugas semakin optimal dan selaras dengan visi, misi, serta program pembangunan daerah,” tegasnya.
Satono juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan memahami tugas pokok serta fungsi pada jabatan yang diemban. Menurutnya, penguasaan terhadap tupoksi menjadi fondasi utama dalam menghasilkan kinerja yang maksimal.
“Jangan sampai sudah berada di jabatan baru tetapi belum memahami tugas pokok dan fungsinya. Kalau tidak memahami tupoksi, tentu akan sulit menentukan apa yang harus dikerjakan,” katanya.
Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Bupati Sambas turut mendorong seluruh pejabat untuk menghadirkan berbagai terobosan dalam bekerja. Namun, ia menegaskan setiap inovasi harus tetap berada dalam koridor hukum dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Saya berharap Bapak dan Ibu tidak bekerja secara monoton. Bangun inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi tetap berpedoman pada aturan yang berlaku,” pesannya.
Selain profesionalisme, Satono menilai loyalitas, kolaborasi, dan semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam mewujudkan pemerintahan yang kuat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi lahir dari kerja tim, bukan kemampuan individu semata.
“Jaga loyalitas kepada pimpinan. Bapak dan Ibu adalah middle job. Hari ini tidak ada superman, yang ada adalah super team,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Satono berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Sambas.
“Selamat bertugas dan selamat bekerja. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung percepatan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Sambas
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Satono Tekankan Pelaksanaan Anggaran yang Transparan dan Akuntabel
Mercusuar.Co.Id – Bupati Sambas Satono menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Sambas atas persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Menurut Satono, persetujuan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan DPRD melalui rangkaian pembahasan yang telah dilalui sebelumnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi-fraksi, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sambas, serta seluruh tim yang telah bersama-sama membahas hingga menyepakati Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026,” ujar Satono.
Ia menilai berbagai pandangan, masukan dan catatan yang disampaikan DPRD selama pembahasan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran daerah.
Satono berharap komunikasi dan sinergi antara eksekutif dan legislatif tidak berhenti pada proses pengesahan, tetapi berlanjut dalam pengawasan dan pelaksanaan program yang telah dianggarkan.
“Persetujuan ini bukan hanya sebatas formalitas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan anggaran yang telah disepakati dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sambas,” katanya.
Setelah mendapat persetujuan DPRD, Pemkab Sambas akan menindaklanjuti Raperda tersebut sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan Perubahan APBD 2026 akan diarahkan untuk mendukung program pembangunan serta pelayanan publik yang menjadi prioritas daerah.
Satono juga meminta seluruh perangkat daerah menjalankan program dan kegiatan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Ia menekankan agar anggaran yang telah disepakati benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Sambas dan semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam proses pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Mari kita kawal bersama pelaksanaannya agar seluruh program dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Sambas
Jalan Tempatan hingga Kote Bangun Masuk Rencana Pembangunan 2027
Mercusuar.Co.Id – Pemerintah Kabupaten Sambas menyiapkan sejumlah pembangunan infrastruktur jalan di Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, pada 2027. Selain menuntaskan pengaspalan ruas jalan yang belum selesai, pemerintah daerah juga merencanakan pelebaran sejumlah akses penghubung antardusun.
Bupati Sambas Satono mengatakan, terdapat sekitar 400 meter ruas Jalan Desa Tempatan yang masih belum tuntas. Ruas tersebut telah direncanakan untuk diaspal pada tahun anggaran 2027.
“Insya Allah, kalau tidak ada halangan, tahun 2027 akan dibangun. Ruas Jalan Desa Tempatan akan kita aspal,” kata Satono saat meninjau kegiatan gotong royong masyarakat di Desa Tempatan.
Dalam kunjungan tersebut, Satono juga mengapresiasi warga yang secara swadaya melakukan kerja bakti memperbaiki akses jalan. Menurutnya, semangat gotong royong merupakan modal sosial yang harus terus dipertahankan di tengah masyarakat.
“Saya senang melihat masyarakat sudah ramai bergotong royong. Terima kasih kepada warga Desa Tempatan dan sekitarnya yang masih menjaga budaya gotong royong. Tradisi kerja sama seperti ini perlu kita pelihara dan dilestarikan sampai anak cucu nanti,” ujarnya.
Selain pengaspalan, Pemkab Sambas juga merencanakan pelebaran Jalan Dusun Sepandan menuju Dusun Sebataan sepanjang 1,9 kilometer. Satono meminta dukungan Kodim 1208/Sambas dalam pelaksanaan rencana tersebut.
Ia juga menyebut ruas jalan dari Dusun Kote Bangun menuju Surau Raden Sulaiman sepanjang sekitar 2,5 kilometer masuk dalam rencana pelebaran.
“Terima kasih kepada TNI dan Polri, khususnya Pak Dandim. Tahun depan ruas jalan Dusun Kote Bangun sampai Surau Raden Sulaiman sekitar 2,5 kilometer ini kita rencanakan untuk dilebarkan,” katanya.
Satono berharap pembangunan jalan tersebut dapat dilakukan secara terintegrasi sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, terutama dalam memperlancar konektivitas antarwilayah.
Di sisi lain, ia meminta masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Salah satunya dengan mematuhi batas tonase kendaraan agar kondisi jalan tidak cepat mengalami kerusakan.
“Tolong bantu Bupati menjaga jalan ini. Kalau kekuatan jalan hanya delapan ton, jangan dilalui kendaraan bermuatan sepuluh ton,” pesannya.
Satono juga mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak saat menggunakan jalan yang telah diperbaiki. Ia meminta jalan tidak digunakan untuk kebut-kebutan maupun balap liar.
“Saya minta masyarakat memperhatikan anak-anaknya. Jangan kebut-kebutan di jalan yang sudah bagus ini. Jalan dibangun untuk keselamatan dan kenyamanan bersama,” Pungkasnya. (Red)
Sambas
Kejutan di Pasar Murah Tempatan, Satono Gratiskan 700 Paket Sembako
Mercusuar.Co.Id – Suasana Operasi Pasar Murah di Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, berubah menjadi penuh kejutan ketika Bupati Sambas Satono mengumumkan seluruh paket sembako yang disiapkan untuk masyarakat digratiskan.
Sebanyak 700 paket sembako yang sebelumnya ditetapkan dengan harga subsidi Rp90 ribu per paket, diputuskan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Sebagian paket juga diperuntukkan bagi warga yang mengikuti kegiatan gotong royong memperbaiki jalan desa.
Operasi pasar murah tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sambas, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag), Asosiasi Agen Gas Kabupaten Sambas serta TP PKK Kabupaten Sambas.
Kegiatan juga dirangkai dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.
Bupati Sambas Satono mengatakan operasi pasar murah menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Hari ini di samping ada operasi pasar murah, ada juga kegiatan Cek Kesehatan Gratis oleh Dinas Kesehatan. Ini adalah program Pemerintah Kabupaten Sambas yang berkolaborasi dengan Asosiasi Agen Gas Kabupaten Sambas dan TP PKK Kabupaten Sambas sebagai bentuk kepedulian pemerintah di tengah meningkatnya harga barang,” ujar Satono.
Setiap paket berisi beras Sambas 5 kilogram, minyak goreng 1 liter dan gula pasir 1 kilogram. Sebelumnya, paket tersebut dipatok Rp90 ribu, sementara harga normalnya di pasaran sekitar Rp125 ribu.
Namun, Satono secara langsung mengumumkan perubahan harga tersebut di hadapan masyarakat.
“Harga yang disampaikan oleh Diskumindag Rp90 ribu, dengan harga aslinya Rp125 ribu. Karena Ibu dan Bapak, saya gratiskan semuanya,” katanya.
Dari 700 paket yang tersedia, sebanyak 200 paket diperuntukkan bagi masyarakat yang ikut bergotong royong memperbaiki jalan desa. Sementara 500 paket lainnya diberikan kepada masyarakat Desa Tempatan.
“Paketnya ada 700. Dibagi untuk yang kerja bakti sebanyak 200 paket, dan 500 paket untuk masyarakat di sini,” jelasnya.
Satono berharap pembagian sembako tersebut dapat membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Di sisi lain, pemberian paket gratis kepada warga yang mengikuti gotong royong menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun desa.
Menurutnya, budaya gotong royong perlu terus dipertahankan karena menjadi kekuatan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Operasi pasar murah yang langsung menyasar desa tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan di wilayah lain Kabupaten Sambas, sehingga manfaat program pemerintah dapat dirasakan lebih dekat oleh masyarakat. (Red)
-
Uncategorized11 bulan agoDiterima Perintah Pusat Usulan PPPK Paruh Waktu Sambas Segera Siapkan Berkas
-
Uncategorized12 bulan agoKetua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat
-
Sambas11 bulan agoLonjakan Pasien Capai Seribu Orang, RSUD Sambas Siapkan Pembangunan Gedung Baru
-
Uncategorized11 bulan agoRSUD Sambas Bantah Tuduhan Layanan Buruk
-
Daerah11 bulan agoSinergi Kemenkumham dan DPRD Sambas Tingkatkan Kualitas Regulasi Daerah
-
Daerah11 bulan agoBupati Satono Operasi Pasar Murah di Sajingan Besar, Pastikan Harga Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
-
Daerah11 bulan agoTP PKK dan BPBD Sambas Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Selakau
-
Daerah12 bulan agoPelatihan Tata Rias TP PKK Sambas, Buka Peluang Usaha bagi Kaum Ibu
