Daerah
Tutup Program PASTI, Wabup Heroaldi Apresiasi Lima Desa Model Percepatan Penurunan Stunting di Sambas
Mercusuar.Co.Id – Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., menghadiri kegiatan penutupan Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) yang dilaksanakan di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (27/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Heroaldi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap lima desa model yang dinilai berhasil menunjukkan pemahaman serta praktik yang baik dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Menurutnya, keberadaan desa model menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sambas. Desa-desa tersebut diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus pusat pembelajaran bagi desa lainnya dalam mengembangkan strategi penanganan stunting yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
“Saya begitu bangga dengan lima desa model yang mewakili 33 desa. Saya melihat mereka sudah sangat menguasai materi ini. Saya berharap desa-desa tersebut menjadi contoh dan tempat bagi desa lainnya untuk belajar bersama tentang bagaimana menyelesaikan persoalan stunting di Kabupaten Sambas,” ungkap Heroaldi.
Ia mengaku terkesan dengan pemaparan yang disampaikan oleh perwakilan desa model, terutama karena didukung data yang lengkap dan akurat. Menurutnya, penyajian data yang baik menjadi modal penting untuk mengukur persoalan, menentukan langkah intervensi, serta mengevaluasi keberhasilan program pencegahan stunting.
Heroaldi menilai, pengalaman dan praktik baik yang diperoleh selama pelaksanaan Program PASTI dapat menjadi bekal berharga bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam memperkuat strategi percepatan penurunan stunting.
“Saya rasanya tidak ingin meninggalkan ruangan ini karena penjelasan yang disampaikan luar biasa, dengan data-data yang cukup lengkap dan akurat. Ini menjadi motivasi bagi kita di Kabupaten Sambas. Saya yakin, apabila dalam dua tahun ke depan upaya ini terus diperkuat dengan dukungan dan intervensi yang memadai, angka stunting di Kabupaten Sambas dapat menjadi yang terendah di Kalimantan Barat,” ujarnya optimistis.
Lebih lanjut, Heroaldi menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki kedudukan strategis dalam pelaksanaan pencegahan stunting karena berhadapan langsung dengan masyarakat serta memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pembangunan desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan desa, pemanfaatan data yang akurat, pengelolaan sumber daya lokal, serta integrasi program ke dalam perencanaan dan penganggaran desa harus terus ditingkatkan.
Menurutnya, seluruh aspek tersebut menjadi faktor penting untuk memastikan intervensi pencegahan stunting berjalan tepat sasaran, efektif, dan berkesinambungan.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan pemerintah desa, koordinasi lintas sektor, penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat desa, peningkatan kapasitas kader, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Pemanfaatan potensi lokal juga perlu dioptimalkan agar upaya pencegahan stunting dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing desa.
Heroaldi menyampaikan bahwa Kabupaten Sambas akan terus mendorong penguatan konvergensi program dan intervensi pencegahan stunting melalui peningkatan koordinasi, sinkronisasi perencanaan, penguatan kelembagaan, serta optimalisasi peran seluruh pemangku kepentingan.
Upaya tersebut, lanjutnya, perlu didukung dengan perencanaan berbasis data, penganggaran yang efektif dan akuntabel, peningkatan kualitas pelayanan dasar, serta pemantauan dan evaluasi secara berkala.
Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar penutupan Program PASTI tidak menjadi akhir dari semangat dan kerja bersama yang telah dibangun selama pelaksanaan program.
“Saya berharap berbagai praktik baik, pengetahuan, dan pengalaman yang telah diperoleh selama pelaksanaan Program PASTI dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Jangan sampai ketika program ini berakhir, semangat dan upaya yang sudah kita bangun bersama juga ikut berakhir,” tegasnya.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Sambas akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya percepatan penurunan stunting. Komitmen tersebut sejalan dengan harapan Bupati dan Wakil Bupati Sambas untuk mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing.
“Pesan Bupati dan Wakil Bupati, teruslah bersemangat. Insya Allah, pemerintah akan tetap memberikan dukungan terhadap upaya kita bersama untuk menjadikan angka stunting di Kabupaten Sambas sebagai yang terendah di Kalimantan Barat,” katanya.
Heroaldi menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan dipertahankan secara berkelanjutan. (Red)
Daerah
Bahas Aruk dan Entikong, Bupati Satono Dorong Sinergi Pembangunan Kawasan Perbatasan
Mercusuar.Co.Id – Penguatan kerja sama antardaerah menjadi salah satu upaya yang didorong Bupati Sambas, Satono, dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan. Hal tersebut dibahas saat dirinya bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, bersama jajaran, Kamis malam (29/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kabupaten Sanggau itu membahas sejumlah isu strategis, terutama pengelolaan kawasan perbatasan negara serta peluang kolaborasi antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sanggau.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua kepala daerah bertukar pandangan mengenai potensi dan tantangan pembangunan di wilayah masing-masing.
Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, menyambut baik pertemuan tersebut. Menurutnya, Sambas dan Sanggau memiliki kedekatan tersendiri yang dapat menjadi dasar memperkuat hubungan antardaerah.
“Sambas dan Sanggau memiliki ikatan kebatinan. Untuk persiapan seperti apa kerja samanya, secara teknis bisa kita tindak lanjuti,” ujar Yohanes Ontot.
Ia menjelaskan, kedua kabupaten juga memiliki kesamaan karakteristik karena sama-sama berbatasan langsung dengan negara tetangga. Sambas memiliki kawasan perbatasan Aruk, sementara Sanggau memiliki kawasan Entikong.
“Dengan adanya kesamaan wilayah perbatasan ini, tentu banyak hal yang bisa kita diskusikan dan saling pelajari. Pengalaman masing-masing daerah bisa menjadi bahan untuk mendorong pembangunan kawasan perbatasan,” ungkapnya.
Menurut Yohanes, hubungan baik yang telah terjalin perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan lebih teknis agar peluang kerja sama dapat diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Sambas, Satono, menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi antarpemerintah daerah, terutama dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan kawasan perbatasan.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk mempererat hubungan sekaligus membuka ruang diskusi. Kita ingin potensi yang dimiliki masing-masing daerah bisa dikomunikasikan dan dikembangkan bersama,” ujar Satono.
Ia juga menilai, persoalan kawasan perbatasan tidak bisa hanya diselesaikan oleh satu daerah. Diperlukan sinergi dan koordinasi agar berbagai kebutuhan pembangunan mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.
“Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai persoalan di kawasan perbatasan bisa kita sampaikan dan perjuangkan bersama. Harapannya, pembangunan di wilayah perbatasan semakin mendapat perhatian dan dukungan,” tambahnya.
Satono berharap hubungan baik antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sanggau tidak berhenti pada pertemuan silaturahmi, tetapi berlanjut melalui pembahasan konkret mengenai peluang kerja sama. (red)
Daerah
Wakil Ketua DPRD Sambas Apresiasi Peran Bunda PAUD dalam Kemajuan Pendidikan
mercusuar.co.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinand Syolihin, mengapresiasi perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Sambas serta semangat kontingen Laskar HIMPAUDI yang akan berlaga pada kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sintang.
Apresiasi tersebut disampaikan Ferdinand saat menghadiri pelepasan kontingen Laskar HIMPAUDI Sambas dalam rangka peringatan HUT HIMPAUDI Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Keberbakatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Rabu (28/10/2026).
Ferdinand menilai perkembangan PAUD di Kabupaten Sambas tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Bunda PAUD Kabupaten Sambas, Yunisa, yang turut berperan dalam mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.
“Perkembangan PAUD di Kabupaten Sambas sampai hari ini benar-benar luar biasa dan tentu ini tidak lepas dari peran Bu Yunisa yang telah memberi warna,” ujarnya.
Menurut Ferdinand, PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dini. Karena itu, pengembangan pendidikan anak usia dini perlu menjadi perhatian bersama melalui dukungan dan sinergi berbagai pihak.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendukung program pembangunan, termasuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sambas.
“PAUD menjadi fondasi awal dalam pembangunan anak-anak kita untuk mendukung kegiatan Bupati Sambas. Sinergi pemerintah dan DPRD sampai hari ini berjalan dengan sangat lancar,” ungkapnya.
Ferdinand berharap kontingen Laskar HIMPAUDI Sambas dapat mengikuti kompetisi di Sintang dengan penuh semangat serta membawa nama baik Kabupaten Sambas.
Daerah
Bupati Satono Tekankan Pemanfaatan Bantuan Pertanian Rp17 Miliar untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sambas
MErcusuar.Co.Id – Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian Kabupaten Sambas melalui program Matching Grant dan ICER dengan nilai bantuan lebih dari Rp17 miliar. Ia meminta seluruh penerima manfaat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikan Satono dalam kegiatan di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kamis (29/10/2026). Ia menyampaikan ucapan selamat kepada kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), koperasi, serta seluruh penerima manfaat yang telah terpilih mendapatkan bantuan.
Menurut Satono, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi pertanian dan semangat masyarakat petani Sambas.
“Saya berharap bantuan melalui program Matching Grant dan ICER ini benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai bantuan yang diberikan pemerintah hanya menjadi kegiatan seremonial. Alat dan mesin pertanian yang sudah diterima harus dijaga, dirawat, dan digunakan sesuai peruntukannya agar memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, modernisasi pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi waktu, menghemat tenaga, mempercepat proses produksi, serta meningkatkan hasil panen. Namun, modernisasi tidak cukup hanya dengan menyediakan alat dan mesin pertanian, melainkan harus didukung sumber daya manusia yang terampil dan kelembagaan petani yang kuat.
Satono juga menyoroti potensi produksi padi Kabupaten Sambas. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, produksi padi Sambas pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 205.000 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi daerah diperkirakan sekitar 100.000 ton.
“Ini menunjukkan bahwa Sambas memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan. Kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri, tetapi juga berpotensi membantu memenuhi kebutuhan daerah lain,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa produksi yang tinggi harus diimbangi dengan kepastian pasar dan harga jual yang menguntungkan petani. Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian sangat bergantung pada kemampuan petani memperoleh pendapatan yang layak dari hasil panen mereka.
“Jangan sampai petani sudah bekerja keras, hasil panen melimpah, tetapi harga yang diterima justru tidak menguntungkan. Karena itu, kita perlu memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, koperasi, dan pelaku usaha agar hasil produksi petani terserap pasar dengan harga yang layak,” tegasnya.
Selain memperkuat pasar dalam negeri, Satono turut menyoroti peluang pemasaran beras Sambas ke Sarawak, Malaysia. Ia menyebutkan, pembahasan kerja sama perdagangan sebelumnya membuka peluang bagi hasil pertanian daerah untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Namun, peluang tersebut perlu didukung kesiapan infrastruktur perdagangan dan perbatasan, mekanisme perizinan, standar mutu, serta kebijakan ekspor yang berlaku.
“Kita juga harus melihat peluang pasar yang lebih luas, termasuk ke Sarawak, Malaysia, dengan tetap mengikuti ketentuan perdagangan yang berlaku. Jangan sampai produksi kita sudah siap, tetapi peluang pemasaran terhambat karena infrastruktur dan mekanisme perdagangan belum memadai,” ujarnya.
Satono juga mendorong penyuluh pertanian, kelompok tani, dan dinas terkait untuk memperkuat pendampingan kepada petani, terutama dalam penerapan pola tanam, penggunaan teknologi, pengelolaan lahan, dan peningkatan produktivitas per hektare.
Ia menilai, data pertanian yang akurat sangat diperlukan agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran, biaya produksi dapat ditekan, dan kualitas hasil panen terus meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Satono menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, jajaran dinas terkait, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan sektor pertanian Kabupaten Sambas.
Ia mengajak seluruh petani untuk memperkuat kerja sama, menjaga bantuan yang telah diterima, serta terus meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian.
“Saya ingin petani Sambas semakin maju, semakin sejahtera, dan mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern. Mari kita jaga bantuan ini bersama-sama dan buktikan bahwa petani Sambas siap berkembang menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan,” pungkasnya.
-
Uncategorized11 bulan agoDiterima Perintah Pusat Usulan PPPK Paruh Waktu Sambas Segera Siapkan Berkas
-
Uncategorized11 bulan agoKetua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat
-
Sambas11 bulan agoLonjakan Pasien Capai Seribu Orang, RSUD Sambas Siapkan Pembangunan Gedung Baru
-
Uncategorized11 bulan agoRSUD Sambas Bantah Tuduhan Layanan Buruk
-
Daerah11 bulan agoSinergi Kemenkumham dan DPRD Sambas Tingkatkan Kualitas Regulasi Daerah
-
Daerah11 bulan agoBupati Satono Operasi Pasar Murah di Sajingan Besar, Pastikan Harga Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
-
Daerah11 bulan agoTP PKK dan BPBD Sambas Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Selakau
-
Daerah12 bulan agoPelatihan Tata Rias TP PKK Sambas, Buka Peluang Usaha bagi Kaum Ibu
