Sambas
Nelayan Selakau Didata, Pemerintah Benahi Distribusi BBM Bersubsidi
Mercusuar.Co.Id – Dalam upaya meningkatkan akurasi data sektor perikanan tangkap serta menjamin penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran, Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas melalui Bidang Perikanan Tangkap melaksanakan kegiatan pendataan kapal nelayan di Kecamatan Selakau.
Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, terhitung sejak tanggal 27 hingga 30 April 2026, dengan melibatkan tim teknis lapangan yang secara langsung mendatangi lokasi-lokasi aktivitas nelayan, pangkalan kapal, serta berkoordinasi dengan kelompok nelayan dan agen di wilayah tersebut.
Pendataan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan akurat mengenai kondisi riil armada penangkapan ikan di Kecamatan Selakau. Adapun aspek yang didata meliputi jumlah kapal nelayan, ukuran kapal (gross tonnage), jenis dan kapasitas mesin yang digunakan, jenis alat tangkap, hingga jumlah agen atau penyalur yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Agus Ashardi, S.St.P, menyampaikan bahwa selama ini masih terdapat ketidaksesuaian antara data administratif dan kondisi di lapangan, sehingga berdampak pada penyaluran bantuan, khususnya BBM bersubsidi bagi nelayan.
“Melalui kegiatan pendataan ini, kami ingin memastikan bahwa data yang dimiliki pemerintah benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Hal ini sangat penting sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan, terutama dalam menentukan alokasi BBM bersubsidi bagi nelayan,” jelasnya. Kamis. (30/04/2025).
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah melakukan sinkronisasi data nelayan penerima BBM bersubsidi, sehingga penyaluran dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
“Dengan data yang valid dan terverifikasi, pengawasan distribusi BBM juga akan lebih mudah dilakukan, sehingga potensi penyalahgunaan dapat diminimalisir,” tambahnya.
Selain itu, pendataan ini juga menjadi langkah strategis untuk menghitung secara pasti kebutuhan kuota BBM nelayan di Kecamatan Selakau. Selama ini, nelayan setempat kerap mengeluhkan keterbatasan kuota BBM yang tersedia, yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan operasional mereka dalam melakukan penangkapan ikan.
”Berdasarkan hasil dialog dengan nelayan di lapangan, diketahui bahwa kuota BBM bersubsidi yang disalurkan melalui SPBUN saat ini umumnya hanya mencukupi untuk satu kali aktivitas melaut dalam kurun waktu satu minggu. Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap produktivitas dan pendapatan nelayan,” ucapnya.
Dinas Perikanan Kabupaten Sambas juga menegaskan bahwa kegiatan pendataan ini tidak hanya terbatas di Kecamatan Selakau. Dalam waktu dekat, kegiatan serupa akan dilaksanakan di kecamatan lain yang memiliki potensi perikanan tangkap cukup besar, seperti Kecamatan Pemangkat, Jawai, dan Paloh, guna memperoleh basis data yang merata di seluruh wilayah pesisir Kabupaten Sambas.
”Selain melakuan pendataan teknis, tim juga secara aktif menyerap aspirasi dan mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi nelayan di lapangan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pendekatan partisipatif dalam perumusan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat nelayan,” ungkapnya.
Salah satu perwakilan agen nelayan di Kecamatan Selakau, Edi yang akrab disapa Bang De Edi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai bahwa pendataan kapal nelayan merupakan langkah penting yang selama ini belum pernah dilakukan secara menyeluruh.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini, karena selama ini belum pernah ada pendataan kapal nelayan secara langsung di lapangan. Harapan kami, dengan adanya pendataan ini, nelayan bisa lebih mudah mendapatkan rekomendasi barcode untuk pengambilan BBM bersubsidi di SPBUN,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan kuota BBM seringkali memaksa agen dan nelayan untuk mencari alternatif BBM dengan harga di atas subsidi. Bahkan, dalam beberapa kondisi, agen harus menanggung selisih harga antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter agar nelayan tetap dapat melaut.
“Ini tentu menjadi beban tambahan bagi kami dan nelayan. Oleh karena itu, kami berharap ke depan kuota BBM bisa disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan nelayan tradisional, Tobing. Ia menilai bahwa selama ini nelayan tradisional masih menghadapi keterbatasan informasi terkait mekanisme dan persyaratan untuk memperoleh BBM bersubsidi.
“Kami nelayan kecil sering kali tidak mengetahui bagaimana cara mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi. Dengan adanya kegiatan pendataan ini, kami berharap semua nelayan, termasuk nelayan tradisional, dapat terdata dan memperoleh akses yang sama terhadap BBM bersubsidi,” ujarnya.
Melalui kegiatan pendataan ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap dapat membangun sistem pendataan nelayan yang lebih akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan strategis, termasuk dalam penentuan kuota BBM bersubsidi, pemberian bantuan, serta pengembangan sektor perikanan tangkap secara keseluruhan.
Di akhir kegiatan, Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat nelayan, mendengar aspirasi mereka, serta menghadirkan solusi nyata guna meningkatkan kesejahteraan nelayan dan keberlanjutan sektor perikanan di daerah. (Red)
Sambas
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Satono Tekankan Pelaksanaan Anggaran yang Transparan dan Akuntabel
Mercusuar.Co.Id – Bupati Sambas Satono menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Sambas atas persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Menurut Satono, persetujuan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan DPRD melalui rangkaian pembahasan yang telah dilalui sebelumnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi-fraksi, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sambas, serta seluruh tim yang telah bersama-sama membahas hingga menyepakati Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026,” ujar Satono.
Ia menilai berbagai pandangan, masukan dan catatan yang disampaikan DPRD selama pembahasan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran daerah.
Satono berharap komunikasi dan sinergi antara eksekutif dan legislatif tidak berhenti pada proses pengesahan, tetapi berlanjut dalam pengawasan dan pelaksanaan program yang telah dianggarkan.
“Persetujuan ini bukan hanya sebatas formalitas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan anggaran yang telah disepakati dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sambas,” katanya.
Setelah mendapat persetujuan DPRD, Pemkab Sambas akan menindaklanjuti Raperda tersebut sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan Perubahan APBD 2026 akan diarahkan untuk mendukung program pembangunan serta pelayanan publik yang menjadi prioritas daerah.
Satono juga meminta seluruh perangkat daerah menjalankan program dan kegiatan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Ia menekankan agar anggaran yang telah disepakati benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Sambas dan semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam proses pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Mari kita kawal bersama pelaksanaannya agar seluruh program dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Sambas
Jalan Tempatan hingga Kote Bangun Masuk Rencana Pembangunan 2027
Mercusuar.Co.Id – Pemerintah Kabupaten Sambas menyiapkan sejumlah pembangunan infrastruktur jalan di Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, pada 2027. Selain menuntaskan pengaspalan ruas jalan yang belum selesai, pemerintah daerah juga merencanakan pelebaran sejumlah akses penghubung antardusun.
Bupati Sambas Satono mengatakan, terdapat sekitar 400 meter ruas Jalan Desa Tempatan yang masih belum tuntas. Ruas tersebut telah direncanakan untuk diaspal pada tahun anggaran 2027.
“Insya Allah, kalau tidak ada halangan, tahun 2027 akan dibangun. Ruas Jalan Desa Tempatan akan kita aspal,” kata Satono saat meninjau kegiatan gotong royong masyarakat di Desa Tempatan.
Dalam kunjungan tersebut, Satono juga mengapresiasi warga yang secara swadaya melakukan kerja bakti memperbaiki akses jalan. Menurutnya, semangat gotong royong merupakan modal sosial yang harus terus dipertahankan di tengah masyarakat.
“Saya senang melihat masyarakat sudah ramai bergotong royong. Terima kasih kepada warga Desa Tempatan dan sekitarnya yang masih menjaga budaya gotong royong. Tradisi kerja sama seperti ini perlu kita pelihara dan dilestarikan sampai anak cucu nanti,” ujarnya.
Selain pengaspalan, Pemkab Sambas juga merencanakan pelebaran Jalan Dusun Sepandan menuju Dusun Sebataan sepanjang 1,9 kilometer. Satono meminta dukungan Kodim 1208/Sambas dalam pelaksanaan rencana tersebut.
Ia juga menyebut ruas jalan dari Dusun Kote Bangun menuju Surau Raden Sulaiman sepanjang sekitar 2,5 kilometer masuk dalam rencana pelebaran.
“Terima kasih kepada TNI dan Polri, khususnya Pak Dandim. Tahun depan ruas jalan Dusun Kote Bangun sampai Surau Raden Sulaiman sekitar 2,5 kilometer ini kita rencanakan untuk dilebarkan,” katanya.
Satono berharap pembangunan jalan tersebut dapat dilakukan secara terintegrasi sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, terutama dalam memperlancar konektivitas antarwilayah.
Di sisi lain, ia meminta masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Salah satunya dengan mematuhi batas tonase kendaraan agar kondisi jalan tidak cepat mengalami kerusakan.
“Tolong bantu Bupati menjaga jalan ini. Kalau kekuatan jalan hanya delapan ton, jangan dilalui kendaraan bermuatan sepuluh ton,” pesannya.
Satono juga mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak saat menggunakan jalan yang telah diperbaiki. Ia meminta jalan tidak digunakan untuk kebut-kebutan maupun balap liar.
“Saya minta masyarakat memperhatikan anak-anaknya. Jangan kebut-kebutan di jalan yang sudah bagus ini. Jalan dibangun untuk keselamatan dan kenyamanan bersama,” Pungkasnya. (Red)
Sambas
Kejutan di Pasar Murah Tempatan, Satono Gratiskan 700 Paket Sembako
Mercusuar.Co.Id – Suasana Operasi Pasar Murah di Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, berubah menjadi penuh kejutan ketika Bupati Sambas Satono mengumumkan seluruh paket sembako yang disiapkan untuk masyarakat digratiskan.
Sebanyak 700 paket sembako yang sebelumnya ditetapkan dengan harga subsidi Rp90 ribu per paket, diputuskan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Sebagian paket juga diperuntukkan bagi warga yang mengikuti kegiatan gotong royong memperbaiki jalan desa.
Operasi pasar murah tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sambas, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag), Asosiasi Agen Gas Kabupaten Sambas serta TP PKK Kabupaten Sambas.
Kegiatan juga dirangkai dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.
Bupati Sambas Satono mengatakan operasi pasar murah menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Hari ini di samping ada operasi pasar murah, ada juga kegiatan Cek Kesehatan Gratis oleh Dinas Kesehatan. Ini adalah program Pemerintah Kabupaten Sambas yang berkolaborasi dengan Asosiasi Agen Gas Kabupaten Sambas dan TP PKK Kabupaten Sambas sebagai bentuk kepedulian pemerintah di tengah meningkatnya harga barang,” ujar Satono.
Setiap paket berisi beras Sambas 5 kilogram, minyak goreng 1 liter dan gula pasir 1 kilogram. Sebelumnya, paket tersebut dipatok Rp90 ribu, sementara harga normalnya di pasaran sekitar Rp125 ribu.
Namun, Satono secara langsung mengumumkan perubahan harga tersebut di hadapan masyarakat.
“Harga yang disampaikan oleh Diskumindag Rp90 ribu, dengan harga aslinya Rp125 ribu. Karena Ibu dan Bapak, saya gratiskan semuanya,” katanya.
Dari 700 paket yang tersedia, sebanyak 200 paket diperuntukkan bagi masyarakat yang ikut bergotong royong memperbaiki jalan desa. Sementara 500 paket lainnya diberikan kepada masyarakat Desa Tempatan.
“Paketnya ada 700. Dibagi untuk yang kerja bakti sebanyak 200 paket, dan 500 paket untuk masyarakat di sini,” jelasnya.
Satono berharap pembagian sembako tersebut dapat membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Di sisi lain, pemberian paket gratis kepada warga yang mengikuti gotong royong menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun desa.
Menurutnya, budaya gotong royong perlu terus dipertahankan karena menjadi kekuatan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Operasi pasar murah yang langsung menyasar desa tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan di wilayah lain Kabupaten Sambas, sehingga manfaat program pemerintah dapat dirasakan lebih dekat oleh masyarakat. (Red)
-
Uncategorized10 bulan agoDiterima Perintah Pusat Usulan PPPK Paruh Waktu Sambas Segera Siapkan Berkas
-
Uncategorized11 bulan agoKetua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat
-
Sambas10 bulan agoLonjakan Pasien Capai Seribu Orang, RSUD Sambas Siapkan Pembangunan Gedung Baru
-
Uncategorized10 bulan agoRSUD Sambas Bantah Tuduhan Layanan Buruk
-
Daerah10 bulan agoSinergi Kemenkumham dan DPRD Sambas Tingkatkan Kualitas Regulasi Daerah
-
Daerah10 bulan agoBupati Satono Operasi Pasar Murah di Sajingan Besar, Pastikan Harga Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
-
Daerah10 bulan agoTP PKK dan BPBD Sambas Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Selakau
-
Daerah11 bulan agoPelatihan Tata Rias TP PKK Sambas, Buka Peluang Usaha bagi Kaum Ibu
