Connect with us

Sambas

Heroaldi Ajak Semua Pihak Gali Potensi Sambas demi Dongkrak Ekonomi Daerah

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi menyampaikan Jawaban Bupati Sambas atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Sambas terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sambas.

Dalam penyampaiannya, Heroaldi menjelaskan berbagai tanggapan pemerintah daerah terhadap masukan, saran, serta pandangan yang telah disampaikan fraksi-fraksi DPRD terkait pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Terkait komponen pembiayaan daerah, Heroaldi menjelaskan bahwa pada tahun 2025 penerimaan pembiayaan lebih kecil dibandingkan pengeluaran pembiayaan. Kondisi tersebut terjadi karena adanya penyesuaian kebutuhan pendanaan berupa pinjaman daerah yang realisasinya lebih rendah dibandingkan dengan yang direncanakan saat penyusunan APBD 2025.

Selain itu, pemerintah daerah menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dan ketaatan dalam pengelolaan keuangan daerah guna meningkatkan kualitas kinerja pembangunan di masa mendatang.

“Konsistensi dan ketaatan dalam pengelolaan keuangan daerah harus terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mencapai kinerja yang lebih baik ke depan, termasuk melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat,” ujar Heroaldi saat membacakan jawaban Bupati Sambas.

Ia menambahkan bahwa kebijakan anggaran dan penyerapan belanja daerah akan terus diarahkan pada program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sesuai visi pembangunan Sambas Berkah Berkemajuan.

Dalam kesempatan tersebut, Heroaldi memaparkan bahwa pendapatan daerah Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2025 dianggarkan sebesar Rp2,12 triliun dengan realisasi mencapai Rp2,07 triliun atau sebesar 97,74 persen.

Pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai 92,84 persen. Pemerintah Kabupaten Sambas sepakat bahwa capaian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas dan optimalisasi penyerapan anggaran pada tahun-tahun berikutnya.

Pada sektor PAD, Pemerintah Kabupaten Sambas mencatat capaian yang cukup menggembirakan. Tahun 2025, PAD terealisasi sebesar Rp301,16 miliar atau 92,52 persen dari target yang ditetapkan.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai Rp229,12 miliar atau 73,36 persen. Dengan demikian, terjadi kenaikan PAD sebesar 31,44 persen.

Menurut Heroaldi, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan daerah dalam menggali potensi pendapatan. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa penurunan nominal pendapatan daerah secara keseluruhan dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan berkurangnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat serta menurunnya komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah.

“Penentuan besaran alokasi dana transfer sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun demikian, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan sumber-sumber pendapatan yang menjadi kewenangan daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Heroaldi mengakui masih terdapat ruang fiskal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen melakukan berbagai perbaikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Sambas berkomitmen menjalankan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kualitas tata kelola keuangan daerah sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dalam jawabannya, Heroaldi juga menyinggung keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sambas mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah telah berjalan sesuai koridor regulasi yang berlaku. Namun demikian, pemerintah menilai predikat WTP harus sejalan dengan manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.

“Pencapaian WTP adalah tanda bahwa tata kelola keuangan telah berjalan baik. Namun yang lebih penting, bagaimana hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sambas,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Heroaldi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menggali dan mengembangkan potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Sambas agar mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sambas, lanjutnya, akan terus meningkatkan kualitas perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pembangunan dengan memaksimalkan seluruh sumber pendanaan yang tersedia secara efektif dan efisien.

“ Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, diharapkan pengelolaan APBD ke depan semakin berkualitas, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sambas,” Pungkasnya. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sambas

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Satono Tekankan Pelaksanaan Anggaran yang Transparan dan Akuntabel

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Bupati Sambas Satono menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Sambas atas persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Satono, persetujuan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan DPRD melalui rangkaian pembahasan yang telah dilalui sebelumnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi-fraksi, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sambas, serta seluruh tim yang telah bersama-sama membahas hingga menyepakati Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026,” ujar Satono.

Ia menilai berbagai pandangan, masukan dan catatan yang disampaikan DPRD selama pembahasan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran daerah.

Satono berharap komunikasi dan sinergi antara eksekutif dan legislatif tidak berhenti pada proses pengesahan, tetapi berlanjut dalam pengawasan dan pelaksanaan program yang telah dianggarkan.

“Persetujuan ini bukan hanya sebatas formalitas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan anggaran yang telah disepakati dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sambas,” katanya.

Setelah mendapat persetujuan DPRD, Pemkab Sambas akan menindaklanjuti Raperda tersebut sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan Perubahan APBD 2026 akan diarahkan untuk mendukung program pembangunan serta pelayanan publik yang menjadi prioritas daerah.

Satono juga meminta seluruh perangkat daerah menjalankan program dan kegiatan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Ia menekankan agar anggaran yang telah disepakati benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Sambas dan semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam proses pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Mari kita kawal bersama pelaksanaannya agar seluruh program dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading

Sambas

Jalan Tempatan hingga Kote Bangun Masuk Rencana Pembangunan 2027

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Pemerintah Kabupaten Sambas menyiapkan sejumlah pembangunan infrastruktur jalan di Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, pada 2027. Selain menuntaskan pengaspalan ruas jalan yang belum selesai, pemerintah daerah juga merencanakan pelebaran sejumlah akses penghubung antardusun.

 

Bupati Sambas Satono mengatakan, terdapat sekitar 400 meter ruas Jalan Desa Tempatan yang masih belum tuntas. Ruas tersebut telah direncanakan untuk diaspal pada tahun anggaran 2027.

 

“Insya Allah, kalau tidak ada halangan, tahun 2027 akan dibangun. Ruas Jalan Desa Tempatan akan kita aspal,” kata Satono saat meninjau kegiatan gotong royong masyarakat di Desa Tempatan.

 

Dalam kunjungan tersebut, Satono juga mengapresiasi warga yang secara swadaya melakukan kerja bakti memperbaiki akses jalan. Menurutnya, semangat gotong royong merupakan modal sosial yang harus terus dipertahankan di tengah masyarakat.

 

“Saya senang melihat masyarakat sudah ramai bergotong royong. Terima kasih kepada warga Desa Tempatan dan sekitarnya yang masih menjaga budaya gotong royong. Tradisi kerja sama seperti ini perlu kita pelihara dan dilestarikan sampai anak cucu nanti,” ujarnya.

 

Selain pengaspalan, Pemkab Sambas juga merencanakan pelebaran Jalan Dusun Sepandan menuju Dusun Sebataan sepanjang 1,9 kilometer. Satono meminta dukungan Kodim 1208/Sambas dalam pelaksanaan rencana tersebut.

 

Ia juga menyebut ruas jalan dari Dusun Kote Bangun menuju Surau Raden Sulaiman sepanjang sekitar 2,5 kilometer masuk dalam rencana pelebaran.

 

“Terima kasih kepada TNI dan Polri, khususnya Pak Dandim. Tahun depan ruas jalan Dusun Kote Bangun sampai Surau Raden Sulaiman sekitar 2,5 kilometer ini kita rencanakan untuk dilebarkan,” katanya.

Satono berharap pembangunan jalan tersebut dapat dilakukan secara terintegrasi sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, terutama dalam memperlancar konektivitas antarwilayah.

 

Di sisi lain, ia meminta masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Salah satunya dengan mematuhi batas tonase kendaraan agar kondisi jalan tidak cepat mengalami kerusakan.

 

“Tolong bantu Bupati menjaga jalan ini. Kalau kekuatan jalan hanya delapan ton, jangan dilalui kendaraan bermuatan sepuluh ton,” pesannya.

 

Satono juga mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak saat menggunakan jalan yang telah diperbaiki. Ia meminta jalan tidak digunakan untuk kebut-kebutan maupun balap liar.

 

“Saya minta masyarakat memperhatikan anak-anaknya. Jangan kebut-kebutan di jalan yang sudah bagus ini. Jalan dibangun untuk keselamatan dan kenyamanan bersama,” Pungkasnya. (Red)

Continue Reading

Sambas

Kejutan di Pasar Murah Tempatan, Satono Gratiskan 700 Paket Sembako

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Suasana Operasi Pasar Murah di Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, berubah menjadi penuh kejutan ketika Bupati Sambas Satono mengumumkan seluruh paket sembako yang disiapkan untuk masyarakat digratiskan.

Sebanyak 700 paket sembako yang sebelumnya ditetapkan dengan harga subsidi Rp90 ribu per paket, diputuskan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Sebagian paket juga diperuntukkan bagi warga yang mengikuti kegiatan gotong royong memperbaiki jalan desa.

Operasi pasar murah tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sambas, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag), Asosiasi Agen Gas Kabupaten Sambas serta TP PKK Kabupaten Sambas.

Kegiatan juga dirangkai dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.

Bupati Sambas Satono mengatakan operasi pasar murah menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Hari ini di samping ada operasi pasar murah, ada juga kegiatan Cek Kesehatan Gratis oleh Dinas Kesehatan. Ini adalah program Pemerintah Kabupaten Sambas yang berkolaborasi dengan Asosiasi Agen Gas Kabupaten Sambas dan TP PKK Kabupaten Sambas sebagai bentuk kepedulian pemerintah di tengah meningkatnya harga barang,” ujar Satono.

Setiap paket berisi beras Sambas 5 kilogram, minyak goreng 1 liter dan gula pasir 1 kilogram. Sebelumnya, paket tersebut dipatok Rp90 ribu, sementara harga normalnya di pasaran sekitar Rp125 ribu.

Namun, Satono secara langsung mengumumkan perubahan harga tersebut di hadapan masyarakat.

“Harga yang disampaikan oleh Diskumindag Rp90 ribu, dengan harga aslinya Rp125 ribu. Karena Ibu dan Bapak, saya gratiskan semuanya,” katanya.

Dari 700 paket yang tersedia, sebanyak 200 paket diperuntukkan bagi masyarakat yang ikut bergotong royong memperbaiki jalan desa. Sementara 500 paket lainnya diberikan kepada masyarakat Desa Tempatan.

“Paketnya ada 700. Dibagi untuk yang kerja bakti sebanyak 200 paket, dan 500 paket untuk masyarakat di sini,” jelasnya.

Satono berharap pembagian sembako tersebut dapat membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Di sisi lain, pemberian paket gratis kepada warga yang mengikuti gotong royong menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun desa.

Menurutnya, budaya gotong royong perlu terus dipertahankan karena menjadi kekuatan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Operasi pasar murah yang langsung menyasar desa tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan di wilayah lain Kabupaten Sambas, sehingga manfaat program pemerintah dapat dirasakan lebih dekat oleh masyarakat. (Red)

Continue Reading

Trending