Connect with us

Uncategorized

Ketua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menegaskan komitmen lembaganya untuk memperjuangkan intervensi dan afirmasi kebijakan pemerintah pusat bagi Kabupaten Sambas dan seluruh wilayah perbatasan Indonesia.

 

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas untuk melihat langsung kondisi daerah yang berbatasan dengan Malaysia. (26/11/2025)

 

Dalam pernyataannya, Ketua Komisi II menekankan bahwa Sambas memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pembangunan sosial, ekonomi, hingga infrastruktur di wilayah perbatasan harus semakin ditingkatkan.

 

“Kami datang dengan niat baik untuk mengetahui kondisi lapangan terkait daerah-daerah perbatasan. Sambas ini etalase Indonesia, garda terdepan. Karena itu harus mendapatkan politik afirmasi dan intervensi lebih, termasuk dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan, dari hasil dialog dengan para pemangku kepentingan, masih banyak persoalan yang membutuhkan penyelesaian. Namun kondisi anggaran daerah yang terbatas membuat pemerintah Kabupaten Sambas membutuhkan dukungan lebih besar dari APBN.

 

“PAD Sambas dibandingkan total APBD-nya cukup kecil. Ketergantungan terhadap transfer pusat tinggi. Jadi daerah ini tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendirian. Kami datang untuk memastikan program-program pusat bisa lebih besar diberikan kepada Sambas,” tegasnya.

 

Ketua Komisi II DPR RI juga menyinggung persoalan umum yang terjadi pada banyak daerah perbatasan di Indonesia. Menurutnya, tidak semua kepala daerah secara aktif menginventarisasi kebutuhan untuk kemudian diperjuangkan ke pemerintah pusat.

 

“Ada kabupaten yang tidak punya APBD cukup, berada di perbatasan, tapi ketika diminta mengajukan kebutuhan dari pusat, mereka justru tidak menunjukkan itikad baik. Ini yang harus diperbaiki,” ujarnya.

 

Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPR RI berencana memanggil seluruh kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara lain. Langkah ini bertujuan agar DPR dapat membantu menjembatani aspirasi daerah dengan pemerintah pusat.

 

“Kami ingin membantu daerah menjadi jembatan. Perbatasan tidak boleh dibiarkan terus tertinggal. Jangan sampai infrastruktur kita jomplang dibanding negara tetangga. Kalau itu terjadi, bukan tapal batas yang pindah, tapi manusianya yang pindah,” jelasnya.

 

Ia memastikan DPR RI akan memperjuangkan agar kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan meningkat, termasuk di Kabupaten Sambas yang dikunjungi dalam kesempatan tersebut.

 

“Kami mohon doa, Insya Allah melalui Komisi II DPR RI, kita bisa menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan. Sambas ini punya potensi besar, dan kami ingin memastikan pemerintah pusat hadir lebih kuat di sini,” tutupnya. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Bupati Satono Sambut Kafilah MTQ Sambas, Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qurani

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Perjuangan Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Sambas pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-XXXIV di Kabupaten Kayong Utara resmi berakhir.

Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., menyambut sekaligus melepas kembali para anggota kafilah untuk kembali ke aktivitas masing-masing. Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Senin (24/8/2026).

Kepulangan kafilah menjadi momen apresiasi atas perjuangan para peserta, pelatih, pembina dan pendamping yang telah membawa nama Kabupaten Sambas dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Bupati Satono menyampaikan terima kasih kepada seluruh kafilah yang telah mencurahkan waktu, tenaga dan kemampuan selama mengikuti rangkaian perlombaan di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh kafilah Kabupaten Sambas. Kalian sudah berjuang membawa nama baik daerah. Apapun hasil yang diperoleh, yang terpenting adalah bagaimana semangat untuk membaca, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Satono.

Menurutnya, MTQ tidak semata-mata menjadi arena untuk mengejar prestasi dan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus menghidupkan syiar Islam.

Satono berharap pengalaman yang diperoleh para peserta selama berlaga di MTQ XXXIV Kalimantan Barat dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan di masa mendatang.

Ia juga meminta pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Sambas terus diperkuat sehingga semakin banyak anak muda yang memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an serta memiliki akhlak yang baik.

“MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, ini tentang bagaimana Al-Qur’an hadir dan memberikan nilai dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

“Karena itu, pembinaan harus terus kita lakukan, agar dari Kabupaten Sambas lahir generasi yang tidak hanya memiliki prestasi, tetapi juga memiliki akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” sambungnya.

Dengan berakhirnya MTQ XXXIV Kalimantan Barat, para anggota kafilah secara resmi kembali menjalani aktivitas masing-masing.

Meski perlombaan telah selesai, Bupati Satono berharap semangat para kafilah untuk terus membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an tidak ikut berakhir. (Red)

Continue Reading

Uncategorized

Safari Ramadan Pemkab Sambas, Satono Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Daerah

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sambas kembali turun langsung ke tengah masyarakat. Tim Safari Ramadan yang dipimpin Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi, mengunjungi Masjid Baiturrahman, Desa Sarilaba B, Kecamatan Jawai Selatan. Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan arah dan capaian pembangunan daerah kepada masyarakat secara langsung.

Dalam sambutannya, Bupati Satono menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Sambas tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

“Pembangunan harus berjalan seimbang antara dunia dan akhirat. Kita ingin melahirkan generasi yang tangguh, kuat, dan cerdas. Jika tidak dipersiapkan dari sekarang, akan sulit menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menyampaikan, berbagai program pembangunan telah dan sedang dilaksanakan, meski diakui masih terdapat tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Karena itu, dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.

Menurut Satono, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Sambas yang maju dan berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mengambil peran sesuai dengan keahlian dan potensi masing-masing. Kolaborasi yang kuat diyakini mampu mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Safari Ramadan tersebut ditutup dengan doa bersama serta penyerahan bantuan untuk masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. (Red)

Continue Reading

Uncategorized

Perkuat Sinergi dengan Baznas, Bupati Tekankan Pentingnya Zakat

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai upaya menyeimbangkan kehidupan duniawi dan ukhrawi. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sambas.

Dalam sambutannya, Bupati Satono mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk dapat berkumpul dalam kegiatan tersebut.

“Pertama-tama, kita patut bersyukur atas nikmat sehat dan kesempatan hari ini, sehingga kita dapat berhimpun dalam rangka menyeimbangkan kegiatan duniawi dan ukhrawi melalui sosialisasi zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan sosialisasi atau dalam bahasa Sambas disebut madahkannye ini menjadi momentum penguatan kembali bagi umat Islam untuk memahami dan mengamalkan kewajiban zakat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 serta diperintahkan dalam Al-Qur’an.

Bupati Satono juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Baznas Kabupaten Sambas beserta jajaran yang dinilai telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mendukung visi pembangunan nasional maupun visi daerah “Sambas Berkah Berkemajuan”.

Menurutnya, program unggulan Baznas seperti Baznas Pintar, Baznas Peduli, dan Baznas Sehat telah sejalan dengan arah pembangunan daerah. Program-program tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, di antaranya bantuan bedah rumah, pembangunan sumber bor air bersih, layanan kesehatan, hingga bantuan modal usaha bagi masyarakat yang berhak.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, khususnya para muzakki.

“Tidak ada makna program strategis tanpa partisipasi dan sinergi dari Bapak-Ibu semua. Program bedah rumah, sumber bor, Baznas Sehat, bantuan modal usaha, tidak akan berjalan tanpa kehadiran para muzakki,” tegasnya.

Bupati Satono menekankan bahwa dalam zakat terdapat dua posisi utama, yakni sebagai muzakki (pemberi zakat) atau mustahik (penerima zakat). Ia mengingatkan bahwa bagi yang memiliki kemampuan dan kelebihan rezeki, sudah sepatutnya menunaikan kewajiban sebagai muzakki.

“Kalau kita mampu tetapi tidak menjadi muzakki, maka kita berisiko berada pada posisi penerima zakat. Karena itu, mari kita bangun komitmen bersama untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap kesadaran masyarakat dalam berzakat semakin meningkat, sehingga program pemberdayaan yang dijalankan Baznas dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. (Red)

Continue Reading

Trending