Connect with us

Uncategorized

DPRD Sambas Sosialisasikan Dua Raperda Strategis untuk Penguatan Regulasi Daerah

Published

on

Mercusuar.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas menggelar kegiatan sosialisasi terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang tengah dalam proses pembahasan, Senin (24/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Sambas ini dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, para camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sambas, H. Abu Bakar, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedua raperda tersebut telah melalui rangkaian pembahasan yang panjang dan komprehensif.

“Penyusunan dua Raperda ini telah melewati tahapan panjang, termasuk kajian internal maupun konsultasi eksternal untuk memperkaya substansi hukum. Masukan dari peserta pada forum ini diharapkan memberikan penyempurnaan sebelum proses legislasi dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Pimpinan DPRD Kabupaten Sambas Nomor 15 Tahun 2025 mengenai Jadwal Rapat Paripurna Masa Persidangan Ke-1 Tahun Sidang 2025, yang mencakup pembahasan tiga raperda, di mana dua di antaranya disosialisasikan kepada publik pada kesempatan ini.

Sosialisasi berlangsung interaktif dengan berbagai saran, masukan, dan evaluasi dari peserta. Kehadiran unsur pemerintahan dan para pemangku kepentingan menunjukkan komitmen bersama untuk mempercepat penyusunan regulasi yang memberikan dampak luas bagi masyarakat. Adapun dua raperda yang dibahas

Raperda tentang Penyelenggaraan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sambas Raperda ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi geografis Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia serta tingginya jumlah pekerja migran asal daerah ini. Regulasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat perlindungan, kepastian hukum, dan pelayanan bagi PMI, sekaligus meminimalkan kerentanan sosial serta persoalan hukum yang sering dialami pekerja migran.

Raperda ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola perpustakaan daerah, meningkatkan budaya literasi, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia. Penyusunannya juga telah melalui konsultasi dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Kalbar dan DPRD Provinsi Kalbar sebagai bahan pembanding.

Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa kedua raperda tersebut dapat segera dirampungkan, disahkan, dan diimplementasikan sebagai kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sambas, terutama dalam perlindungan pekerja migran dan peningkatan budaya literasi. (Red)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Bupati Satono Sambut Kafilah MTQ Sambas, Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qurani

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Perjuangan Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Sambas pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-XXXIV di Kabupaten Kayong Utara resmi berakhir.

Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., menyambut sekaligus melepas kembali para anggota kafilah untuk kembali ke aktivitas masing-masing. Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Senin (24/8/2026).

Kepulangan kafilah menjadi momen apresiasi atas perjuangan para peserta, pelatih, pembina dan pendamping yang telah membawa nama Kabupaten Sambas dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Bupati Satono menyampaikan terima kasih kepada seluruh kafilah yang telah mencurahkan waktu, tenaga dan kemampuan selama mengikuti rangkaian perlombaan di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh kafilah Kabupaten Sambas. Kalian sudah berjuang membawa nama baik daerah. Apapun hasil yang diperoleh, yang terpenting adalah bagaimana semangat untuk membaca, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Satono.

Menurutnya, MTQ tidak semata-mata menjadi arena untuk mengejar prestasi dan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus menghidupkan syiar Islam.

Satono berharap pengalaman yang diperoleh para peserta selama berlaga di MTQ XXXIV Kalimantan Barat dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan di masa mendatang.

Ia juga meminta pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Sambas terus diperkuat sehingga semakin banyak anak muda yang memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an serta memiliki akhlak yang baik.

“MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, ini tentang bagaimana Al-Qur’an hadir dan memberikan nilai dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

“Karena itu, pembinaan harus terus kita lakukan, agar dari Kabupaten Sambas lahir generasi yang tidak hanya memiliki prestasi, tetapi juga memiliki akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” sambungnya.

Dengan berakhirnya MTQ XXXIV Kalimantan Barat, para anggota kafilah secara resmi kembali menjalani aktivitas masing-masing.

Meski perlombaan telah selesai, Bupati Satono berharap semangat para kafilah untuk terus membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an tidak ikut berakhir. (Red)

Continue Reading

Uncategorized

Safari Ramadan Pemkab Sambas, Satono Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Daerah

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sambas kembali turun langsung ke tengah masyarakat. Tim Safari Ramadan yang dipimpin Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi, mengunjungi Masjid Baiturrahman, Desa Sarilaba B, Kecamatan Jawai Selatan. Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan arah dan capaian pembangunan daerah kepada masyarakat secara langsung.

Dalam sambutannya, Bupati Satono menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Sambas tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

“Pembangunan harus berjalan seimbang antara dunia dan akhirat. Kita ingin melahirkan generasi yang tangguh, kuat, dan cerdas. Jika tidak dipersiapkan dari sekarang, akan sulit menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menyampaikan, berbagai program pembangunan telah dan sedang dilaksanakan, meski diakui masih terdapat tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Karena itu, dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.

Menurut Satono, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Sambas yang maju dan berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mengambil peran sesuai dengan keahlian dan potensi masing-masing. Kolaborasi yang kuat diyakini mampu mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Safari Ramadan tersebut ditutup dengan doa bersama serta penyerahan bantuan untuk masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. (Red)

Continue Reading

Uncategorized

Perkuat Sinergi dengan Baznas, Bupati Tekankan Pentingnya Zakat

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai upaya menyeimbangkan kehidupan duniawi dan ukhrawi. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sambas.

Dalam sambutannya, Bupati Satono mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk dapat berkumpul dalam kegiatan tersebut.

“Pertama-tama, kita patut bersyukur atas nikmat sehat dan kesempatan hari ini, sehingga kita dapat berhimpun dalam rangka menyeimbangkan kegiatan duniawi dan ukhrawi melalui sosialisasi zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan sosialisasi atau dalam bahasa Sambas disebut madahkannye ini menjadi momentum penguatan kembali bagi umat Islam untuk memahami dan mengamalkan kewajiban zakat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 serta diperintahkan dalam Al-Qur’an.

Bupati Satono juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Baznas Kabupaten Sambas beserta jajaran yang dinilai telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mendukung visi pembangunan nasional maupun visi daerah “Sambas Berkah Berkemajuan”.

Menurutnya, program unggulan Baznas seperti Baznas Pintar, Baznas Peduli, dan Baznas Sehat telah sejalan dengan arah pembangunan daerah. Program-program tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, di antaranya bantuan bedah rumah, pembangunan sumber bor air bersih, layanan kesehatan, hingga bantuan modal usaha bagi masyarakat yang berhak.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, khususnya para muzakki.

“Tidak ada makna program strategis tanpa partisipasi dan sinergi dari Bapak-Ibu semua. Program bedah rumah, sumber bor, Baznas Sehat, bantuan modal usaha, tidak akan berjalan tanpa kehadiran para muzakki,” tegasnya.

Bupati Satono menekankan bahwa dalam zakat terdapat dua posisi utama, yakni sebagai muzakki (pemberi zakat) atau mustahik (penerima zakat). Ia mengingatkan bahwa bagi yang memiliki kemampuan dan kelebihan rezeki, sudah sepatutnya menunaikan kewajiban sebagai muzakki.

“Kalau kita mampu tetapi tidak menjadi muzakki, maka kita berisiko berada pada posisi penerima zakat. Karena itu, mari kita bangun komitmen bersama untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap kesadaran masyarakat dalam berzakat semakin meningkat, sehingga program pemberdayaan yang dijalankan Baznas dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. (Red)

Continue Reading

Trending