Connect with us

Sambas

Hasil Panen Capai 1,3 Ton per Borong, Padi Thailand Jumbo Jadi Harapan Baru Petani Sambas

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., mewakili Bupati Sambas menghadiri sekaligus melakukan panen padi varietas Thailand Jumbo di Desa Gelik, Kecamatan Selakau Timur, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah melalui kolaborasi antara pemerintah dan petani.

Panen berlangsung di lahan milik Brigade Pangan GESER (Gelik–Seranggam) dengan memanfaatkan mesin panen modern. Varietas Thailand Jumbo yang dipanen dikenal memiliki masa tanam relatif singkat, sekitar tiga bulan, sehingga dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas pertanian apabila didukung penerapan teknologi dan pengelolaan lahan yang baik.

Selain penggunaan varietas unggul, petani juga menerapkan Metode Arkansas melalui sistem tanam rapat serta optimalisasi pemupukan untuk meningkatkan hasil produksi.

Wakil Bupati Heroaldi memberikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, serta pemerintah desa yang dinilai berhasil menjaga semangat kebersamaan dalam mengembangkan sektor pertanian.

Menurutnya, keberhasilan panen yang mencapai sekitar 1,3 ton gabah dari satu borong lahan menjadi bukti bahwa kerja sama dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam memajukan pertanian di Kabupaten Sambas.

“Saya mengucapkan selamat kepada para petani, kelompok tani, dan kepala desa yang selalu bersinergi serta bergotong royong. Hasil panen mencapai 1,3 ton gabah dari satu borong lahan merupakan capaian yang sangat luar biasa,” kata Heroaldi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan iklim yang sulit diprediksi hingga kebutuhan peningkatan sarana irigasi untuk menunjang produktivitas petani.

Pemerintah Kabupaten Sambas, lanjutnya, akan terus berupaya meningkatkan produksi pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk memastikan alat dan mesin pertanian yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani.

“Setiap tahun kita terus berupaya meningkatkan produksi pertanian. Tidak hanya melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga memastikan perawatan dan pemanfaatannya agar manfaat yang dirasakan petani dapat maksimal,” tegasnya.

Kepala Desa Gelik, Bantan Kusnata, mengatakan sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa. Menurutnya, sekitar 95 persen wilayah Desa Gelik merupakan lahan pertanian yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif dan tidak mengalihfungsikannya menjadi perkebunan komoditas lain.

“Desa Gelik memiliki potensi besar di bidang pangan karena sekitar 95 persen wilayahnya merupakan lahan pertanian. Kami berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar Gelik mampu menjadi daerah swasembada pangan di Kecamatan Selakau Timur,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut,

Keberhasilan panen padi Thailand Jumbo di Desa Gelik diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi petani di berbagai wilayah Kabupaten Sambas untuk terus mengembangkan inovasi pertanian, memanfaatkan teknologi modern, serta mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki guna meningkatkan produksi pangan dan mewujudkan kemandirian pangan daerah. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Hacked By SadClownNight

Published

on

By G

Continue Reading

Sambas

Ferdinan Dorong Sekda Baru Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin, S.E., M.E., menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Dr. H. Rachmad Robbi, S.E., M.E., sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas.

Ferdinan menilai kehadiran Sekda baru menjadi bagian penting dalam memperkuat roda pemerintahan daerah, terutama dalam memastikan koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan efektif dan program pembangunan dapat dilaksanakan sesuai dengan visi dan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sambas.

“Pertama tentu kita memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Bapak Dr. H. Rachmad Robbi atas amanah yang diberikan sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang besar dalam membantu kepala daerah menjalankan pemerintahan dan pembangunan,” ujar Ferdinan.

Menurutnya, posisi Sekda memiliki peran strategis sebagai penggerak administrasi pemerintahan sekaligus jembatan koordinasi antara kepala daerah, perangkat daerah, DPRD, serta berbagai elemen masyarakat. Karena itu, ia berharap Sekda baru mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang semakin baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Ferdinan juga berharap Rachmad Robbi dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, birokrasi harus semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjawab persoalan-persoalan pembangunan yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Sambas.

“Harapan kami tentunya Pak Sekda dapat menjalankan amanah ini dengan baik, membangun koordinasi yang kuat, serta memastikan birokrasi bekerja secara efektif, transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Kita ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.

Sebagai pimpinan DPRD, Ferdinan menegaskan bahwa pihaknya siap membangun sinergi dan komunikasi konstruktif dengan Sekda beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan agar agenda pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal.

Ia berharap DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sambas dapat terus memperkuat kolaborasi, terutama dalam pembahasan kebijakan, penganggaran, pengawasan pembangunan, serta penyelesaian berbagai persoalan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Kami di DPRD tentu siap bersinergi. Perbedaan pandangan dalam menjalankan fungsi masing-masing merupakan hal yang biasa, tetapi tujuan kita sama, bagaimana Kabupaten Sambas semakin maju dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” tegas Ferdinan.

Lebih lanjut, Ferdinan berharap Sekda baru dapat menjadi sosok yang mampu mengayomi seluruh jajaran birokrasi serta menjaga soliditas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas.

Ia menilai tantangan pemerintahan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan kepemimpinan birokrasi yang mampu bekerja cepat, profesional, adaptif dan memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan masyarakat.

“Kita berharap beliau bisa menjadi penguat di dalam pemerintahan. Mampu mengkoordinasikan seluruh OPD, menjaga kekompakan ASN dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sambas,” pungkasnya.

Dengan hadirnya Sekda baru, Ferdinan berharap momentum tersebut dapat menjadi energi positif untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sambas. (Red)

Continue Reading

Sambas

Ketua DPRD Minta Pemerintah Perbanyak Titik Penampungan Air di Wilayah Rawan Karhutla

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan personel dan peralatan pemadam. Ketersediaan sumber air di lokasi rawan kebakaran juga menjadi faktor penting yang harus dipersiapkan sejak dini.
Ketua DPRD Kabupaten Sambas, H. Abu Bakar, mendorong pemerintah daerah membangun embung, kanal, parit besar hingga titik-titik penampungan air di wilayah yang selama ini rawan karhutla.
Dorongan tersebut disampaikan Abu Bakar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla Kabupaten Sambas, Senin (24/8/2026).
Rakor tersebut membahas kondisi karhutla berdasarkan pemaparan BPBD dan BMKG serta arahan Bupati Sambas, Kapolres Sambas dan Dandim 1208/Sambas.
Abu Bakar mengatakan, persoalan ketersediaan air menjadi salah satu kendala utama ketika kebakaran terjadi.
“Kalau kita lihat, alat ada, apa pun ada. Cuma permasalahannya adalah air, seperti yang disampaikan Bapak Kapolres. Ada embung, tetapi airnya tidak banyak. Kalau alat secanggih apa pun, kalau airnya tidak ada, tentu percuma juga,” tegasnya.
Dari hasil pemaparan dalam rakor, Abu Bakar menyebut Kecamatan Teluk Keramat dan Paloh menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki titik-titik yang rawan mengalami kebakaran.
Ia meminta BPBD bersama perangkat daerah terkait mulai memetakan lokasi strategis untuk pembangunan sarana penampungan air.
“Ke depan, Kepala BPBD bersama dinas terkait, bagaimana kita membuat embung, kanal, atau parit besar di lokasi-lokasi rawan kebakaran. Nanti kita juga perlu berkoordinasi dengan KPH, khususnya apabila lokasinya berada di kawasan hutan produksi,” ujarnya.
Teluk Keramat menjadi salah satu contoh wilayah yang menurutnya perlu diprioritaskan. Abu Bakar mengusulkan pembangunan parit dengan ukuran yang cukup besar agar mampu menampung cadangan air saat musim hujan.
“Itu tolong nanti di titik-titik, contohnya Teluk Keramat, dibuat parit besar-besarnya. Mungkin kedalamannya bisa empat sampai enam meter dan dibuat cukup lebar,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar pembangunan sarana penampungan air tidak hanya berhenti pada pembuatan embung atau parit. Sistem pengelolaan air harus disiapkan agar cadangan tersebut dapat bertahan hingga musim kemarau.
“Dengan PU nanti, buat pintu airnya. Jangan nanti musim hujan air dibuang, kemudian musim kemarau air habis. Harus dibuat pintu air supaya titik-titik air itu bisa ditutup dan disimpan,” katanya.
Selain langkah teknis, Abu Bakar turut mengapresiasi usulan pelaksanaan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual menghadapi kemarau panjang.
Menurutnya, langkah spiritual dan upaya teknis harus berjalan beriringan.
Pemerintah tetap perlu menyiapkan infrastruktur agar ketika kebakaran terjadi, sumber air tersedia dan proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.
Dengan adanya cadangan air di sejumlah titik strategis, Ketua DPRD Sambas optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan lebih efektif sekaligus memperkuat upaya pencegahan di wilayah rawan kebakaran. (Red)
Continue Reading

Trending