Connect with us

Uncategorized

Hadirkan Wamendagri dan Ketua Komisi II DPR RI Percepatan Pembagunan Perbatasan dan Pemekaran Provinsi Sambas Raya Semakin Nyata

Published

on

Mercusuar.co.id- Upaya mendorong pembangunan di daerah perbatasan oleh Pemerintah pusat disambut serius oleh Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H.. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri, Komjend Pol Akhmad Wiyagus serta Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.

Kedatangan dua tokoh penting pemerintahan NKRI tersebut tentunya akan memberikan dampak yang signifikan terhadap dua isu strategis di Kabupaten Sambas yakni percepatasn pembangunan perbatasan dan upaya pemekaran Provinsi Sambas Raya.

Bahkan, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda secara tegas menyataskan komitmen lembaganya untuk memperjuangkan pembangunan di Kabupaten Sambas sebagai daerah perbatasan.

“Kami datang dengan niat baik untuk mengetahui kondisi lapangan terkait daerah-daerah perbatasan. Sambas ini etalase Indonesia, garda terdepan, karena itu harus mendapatkan politik afirmasi dan intervensi lebih, termasuk dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Ketua Komisi II menekankan bahwa Sambas memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pembangunan sosial, ekonomi, hingga infrastruktur di wilayah perbatasan harus semakin ditingkatkan.

“PAD Sambas dibandingkan total APBD-nya cukup kecil. Ketergantungan terhadap transfer pusat tinggi. Jadi daerah ini tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendirian. Kami datang untuk memastikan program-program pusat bisa lebih besar diberikan kepada Sambas,” tegasnya.

Komisi II DPR RI berencana memanggil seluruh kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara lain. Langkah ini bertujuan agar DPR dapat membantu menjembatani aspirasi daerah dengan pemerintah pusat.

“Kami ingin membantu daerah menjadi jembatan. Perbatasan tidak boleh dibiarkan terus tertinggal. Jangan sampai infrastruktur kita jomplang dibanding negara tetangga. Kalau itu terjadi, bukan tapal batas yang pindah, tapi manusianya yang pindah,” jelasnya.

Ia memastikan DPR RI akan memperjuangkan agar kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan meningkat, termasuk di Kabupaten Sambas yang dikunjungi dalam kesempatan tersebut.

“Kami mohon doa, Insya Allah melalui Komisi II DPR RI, kita bisa menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan. Sambas ini punya potensi besar, dan kami ingin memastikan pemerintah pusat hadir lebih kuat di sini,” tutupnya

Kedatangan Wamendagri dan Ketua Komisi II DPR RI sudah barang tentu menjadi kesempatan yang amat berharga bagi Kabupaten Sambas. Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H.. menekankan, terdapat dua Isu strategis yang menjadi topik Kunker Komisi II DPR RI , yaitu strategi percepatan Pembanguan kawasan wilayah Perbatasan Indonesia dan Peluang Pemekaran Propinsi Perbatasan Sambas Raya

‎“Pemerintah Kabupaten Sambas menyambut baik kunjungan kerja ini, dan merasa sangat bangga karena kunjungan ini merupakan yang pertama selama saya menjabat sebagai Bupati Sambas dua periode. Semoga kunjungan ini membawa kemajuan bagi daerah,” ujarnya.

Bupati Satono menjelaskan, Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

‎”Selama ini, sudah banyak program pembangunan yang masuk ke Sambas namun masih perlu akselerasi dan dukungan pemerintah pusat khususnya Komisi II DPR RI yang hari ini sedang melakukan kunjungan kerja ke daerah perbatasan khususnya di Kabupaten Sambas,” ucapnya.

‎Lanjut kata Bupati, selain isu perbatasan, Kabupaten Sambas sangat perlu untuk mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar oleh pemerintah pusat dikarenakan daerah ini merupakan beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia.

‎”Sambas adalah wilayah yang berbatasan darat dan laut dengan negara tetangga. Ini tentu menjadi perhatian khusus kita semua karena dianggap sebagai wajah Indonesia. Langkah kedepan, pemerintah berencana membangun PLBN Temajuk guna mempercepat koneksi ekonomi antara masyarakat Sambas dan Negara Malaysia,” jelasnya.

‎”Pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan PLBN Temajuk sebagai salah satu prioritas utama, tidak hanya untuk memperkuat ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan dasar bagi masyarakat perbatasan,” sambungnya

‎Diakhir Bupati Satono mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri, rombongan Komisi II DPR RI, dan Kepala BNPP.

‎”Kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR RI itu dalam rangka membahas isu spesifik tentang pengelolaan perbatasan negara khususnya di wilayah Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia,” ungkapnya.

‎”Semua masukan dan saran yang membangun dari Komisi II akan ditindaklanjuti dengan serius oleh Pemerintah Kabupaten Sambas sesuai RPJMD dan diselaraskan dengan RPJMN,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Safari Ramadan Pemkab Sambas, Satono Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Daerah

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sambas kembali turun langsung ke tengah masyarakat. Tim Safari Ramadan yang dipimpin Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi, mengunjungi Masjid Baiturrahman, Desa Sarilaba B, Kecamatan Jawai Selatan. Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan arah dan capaian pembangunan daerah kepada masyarakat secara langsung.

Dalam sambutannya, Bupati Satono menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Sambas tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

“Pembangunan harus berjalan seimbang antara dunia dan akhirat. Kita ingin melahirkan generasi yang tangguh, kuat, dan cerdas. Jika tidak dipersiapkan dari sekarang, akan sulit menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menyampaikan, berbagai program pembangunan telah dan sedang dilaksanakan, meski diakui masih terdapat tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Karena itu, dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.

Menurut Satono, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Sambas yang maju dan berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mengambil peran sesuai dengan keahlian dan potensi masing-masing. Kolaborasi yang kuat diyakini mampu mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Safari Ramadan tersebut ditutup dengan doa bersama serta penyerahan bantuan untuk masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. (Red)

Continue Reading

Uncategorized

Perkuat Sinergi dengan Baznas, Bupati Tekankan Pentingnya Zakat

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai upaya menyeimbangkan kehidupan duniawi dan ukhrawi. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sambas.

Dalam sambutannya, Bupati Satono mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk dapat berkumpul dalam kegiatan tersebut.

“Pertama-tama, kita patut bersyukur atas nikmat sehat dan kesempatan hari ini, sehingga kita dapat berhimpun dalam rangka menyeimbangkan kegiatan duniawi dan ukhrawi melalui sosialisasi zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan sosialisasi atau dalam bahasa Sambas disebut madahkannye ini menjadi momentum penguatan kembali bagi umat Islam untuk memahami dan mengamalkan kewajiban zakat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 serta diperintahkan dalam Al-Qur’an.

Bupati Satono juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Baznas Kabupaten Sambas beserta jajaran yang dinilai telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mendukung visi pembangunan nasional maupun visi daerah “Sambas Berkah Berkemajuan”.

Menurutnya, program unggulan Baznas seperti Baznas Pintar, Baznas Peduli, dan Baznas Sehat telah sejalan dengan arah pembangunan daerah. Program-program tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, di antaranya bantuan bedah rumah, pembangunan sumber bor air bersih, layanan kesehatan, hingga bantuan modal usaha bagi masyarakat yang berhak.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, khususnya para muzakki.

“Tidak ada makna program strategis tanpa partisipasi dan sinergi dari Bapak-Ibu semua. Program bedah rumah, sumber bor, Baznas Sehat, bantuan modal usaha, tidak akan berjalan tanpa kehadiran para muzakki,” tegasnya.

Bupati Satono menekankan bahwa dalam zakat terdapat dua posisi utama, yakni sebagai muzakki (pemberi zakat) atau mustahik (penerima zakat). Ia mengingatkan bahwa bagi yang memiliki kemampuan dan kelebihan rezeki, sudah sepatutnya menunaikan kewajiban sebagai muzakki.

“Kalau kita mampu tetapi tidak menjadi muzakki, maka kita berisiko berada pada posisi penerima zakat. Karena itu, mari kita bangun komitmen bersama untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap kesadaran masyarakat dalam berzakat semakin meningkat, sehingga program pemberdayaan yang dijalankan Baznas dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. (Red)

Continue Reading

Uncategorized

Anwari Dorong Optimalisasi Zakat Melalui Baznas Sambas Tahun 2026

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Anwari, mengajak masyarakat untuk semakin mengoptimalkan pembayaran zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sambas pada tahun 2026. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah yang digelar Baznas Sambas.

Dalam kesempatan itu, Anwari menyampaikan apresiasi atas konsistensi Baznas dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen pembangunan umat.

“Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga memiliki dampak sosial yang sangat besar dalam membantu pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Sambas mendukung penuh berbagai program Baznas yang dinilai selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sejumlah program seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan gratis, renovasi rumah tidak layak huni, hingga dukungan modal usaha bagi pelaku UMKM telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Program Baznas sudah berjalan dengan baik. Namun agar manfaatnya semakin luas, diperlukan dukungan dan partisipasi aktif dari para muzakki. Semakin besar penghimpunan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita bantu,” tegasnya.

Anwari juga mengajak aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, serta masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti Baznas agar penyalurannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran.

Ia berharap melalui sosialisasi tahun 2026 ini, kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat, sehingga cita-cita mewujudkan Kabupaten Sambas yang sejahtera dan berkeadilan dapat tercapai.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga tumbuh menjadi pemberi manfaat. Di sinilah peran zakat menjadi sangat penting,” tutupnya. (Red)

Continue Reading

Trending