Connect with us

Sambas

DPRD dan Kemenag Sambas Perkuat Sinergi Pendidikan Madrasah dan Sertifikasi Wakaf

Published

on

Mercusuar.Co.Id- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas, H. Abu Bakar, S.Pd.I., menyambut baik kehadiran dan silaturahmi rombongan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sambas, Selasa (20/1/2026).

Silaturahmi tersebut dilaksanakan dalam rangka pembahasan penguatan pendidikan madrasah serta percepatan sertifikasi tanah wakaf di Kabupaten Sambas sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan keagamaan dan pendidikan bagi masyarakat.

Ketua DPRD Sambas menyampaikan bahwa berbagai masukan dan gagasan yang disampaikan Kemenag Sambas sangat penting dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan pengelolaan aset keagamaan.

“Berbagai masukan dan gagasan yang disampaikan merupakan hal penting dalam kolaborasi antara legislatif dan Kementerian Agama, khususnya dalam mendukung penguatan pendidikan madrasah serta pengelolaan aset keagamaan demi kemaslahatan umat,” ujar Abu Bakar.

Ia berharap, silaturahmi tersebut menjadi langkah awal dalam mempererat koordinasi dan kerja sama antara DPRD Kabupaten Sambas dan Kemenag Sambas ke depan.

“Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antara Kemenag Sambas dan DPRD Kabupaten Sambas dalam mewujudkan layanan pendidikan dan keagamaan yang semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, H. Kaharudin, S.Ag., menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari koordinasi dengan DPRD guna meningkatkan pelayanan pendidikan dan keagamaan di lingkungan Pemerintah Daerah.

“Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi dalam rangka memperkuat pembangunan di bidang keagamaan, khususnya pendidikan madrasah dan pengelolaan aset wakaf,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenag Sambas didampingi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Husban, S.Pd.I., M.Pd., serta para Kepala Seksi dan Penyelenggara di lingkungan Kemenag Sambas.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah kondisi madrasah, khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang telah memiliki peserta didik, namun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana berupa gedung serta lahan.

“Perlu dukungan lintas sektor agar keberadaan madrasah dapat berkembang secara optimal dan mampu memberikan layanan pendidikan yang layak bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, diskusi juga menyinggung persoalan pemerataan akses pendidikan madrasah di sejumlah wilayah yang belum terjangkau satuan pendidikan formal.

“Pengembangan madrasah filial dinilai strategis sebagai solusi pemerataan akses pendidikan madrasah, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur,” terangnya.

Isu sertifikasi tanah wakaf turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kemenag Sambas menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset keagamaan.

“Dukungan DPRD Kabupaten Sambas diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam proses sertifikasi tanah wakaf,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sambas

Prestasi Membanggakan, Pewaris Tahta Kesultanan Sambas Raih Doktor

Published

on

Mercusuar.Co.Id — Kabar membanggakan datang dari Kesultanan Sambas. Pangeran Ratu, Dr. Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E., yang dikenal sebagai pewaris tahta Kesultanan Alwatzikhoebillah Sambas, berhasil menorehkan capaian akademik bergengsi setelah dinyatakan lulus dalam ujian terbuka disertasi sidang promosi doktor.

Prestasi tersebut diraih pada bidang Sejarah Peradaban Islam di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Sambas, khususnya bagi keluarga besar Kesultanan Sambas.

Gelar doktor yang diraih Pangeran Ratu menunjukkan bahwa kebangsawanan tidak hanya diwarisi melalui garis sejarah, tetapi juga diteguhkan lewat ilmu pengetahuan, ketekunan, dan dedikasi dalam dunia akademik. Sosoknya dinilai berhasil memadukan kehormatan tradisi dengan semangat zaman, bahwa pewaris budaya juga mampu tampil sebagai intelektual yang memberi teladan.

Di tengah arus perubahan zaman yang serba cepat, capaian ini menjadi pesan kuat bahwa pendidikan tetap menjadi jalan mulia untuk menjaga martabat, membangun peradaban, dan mengangkat nama daerah. Sosok Dr. Raden Muhammad Tarhan hadir sebagai gambaran bahwa nilai-nilai warisan leluhur dapat berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

Bagi masyarakat Sambas, keberhasilan ini tentu bukan hal biasa. Ada rasa haru, bangga, dan kagum melihat seorang pewaris tahta kesultanan menapaki jenjang pendidikan tertinggi dengan penuh kesungguhan. Ini menjadi bukti bahwa putra daerah mampu bersinar di tingkat akademik dan membawa nama besar Sambas ke panggung yang lebih luas.

Lebih dari sekadar gelar, capaian ini juga membawa harapan. Harapan agar warisan sejarah dan peradaban Islam di Sambas terus dirawat oleh generasi yang tidak hanya memahami akar budayanya, tetapi juga memiliki keluasan ilmu untuk meneruskannya ke masa depan.

Keberhasilan Dr. Raden Muhammad Tarhan diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama di Kabupaten Sambas, untuk tidak ragu bermimpi besar, menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan tetap menjunjung nilai adat, agama, serta kehormatan daerah.

Dengan kelulusan ini, Pangeran Ratu tidak hanya menorehkan sejarah bagi dirinya sendiri, tetapi juga menambah lembar kebanggaan bagi Kesultanan Sambas dan masyarakatnya.

Sebuah pencapaian yang layak disambut dengan hormat: tradisi yang terjaga, ilmu yang dijunjung, dan martabat daerah yang semakin terangkat. (Red)

Continue Reading

Sambas

Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Peran Da’i Perkuat Ketahanan Nasional di Perbatasan Sambas

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka kegiatan Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang diselenggarakan oleh PARMUSI Wilayah Kalimantan Barat di Kabupaten Sambas. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, dan Singapura.

Dalam sambutannya, Wamendagri menekankan bahwa wilayah perbatasan seperti Sambas memiliki peran strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia. “Apa yang tampak di Sambas adalah cermin yang memberikan impresi kepada dunia tentang kewibawaan Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa isu ketahanan nasional di wilayah perbatasan mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari geografi hingga demografi. Dengan jumlah penduduk sekitar 600 ribu jiwa, Sambas menjadi salah satu wilayah dengan populasi terbesar di Kalimantan Barat, sehingga memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan nasional.

Lebih lanjut, Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari program prioritas pemerintah, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden. Berbagai program telah dijalankan di daerah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, sekolah unggulan, hingga layanan cek kesehatan gratis.

Menurutnya, pembangunan wilayah perbatasan tidak cukup hanya dengan pengamanan militer, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. “Kita tidak bisa membiarkan perbatasan menjadi ruang yang rapuh terhadap pengaruh luar yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antarnegara dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, peran da’i dinilai sangat strategis.

“Di era modern, da’i harus bertransformasi secara multidimensional. Tidak hanya sebagai komunikator keagamaan, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan, penguatan ketahanan, serta penjaga nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya.

Melalui forum seminar internasional dan upgrading da’i ini, Wamendagri berharap para da’i mampu mengintegrasikan pesan-pesan ketahanan nasional dalam dakwah mereka, sekaligus mendorong edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga tanah air, memperkuat ekonomi lokal, serta membentengi diri dari pengaruh ideologi asing.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki spiritualitas yang tinggi, tetapi juga mentalitas pemenang dalam mengelola dan menjaga potensi wilayahnya,” tambahnya.

Pemerintah pusat, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan, termasuk di Kabupaten Sambas.

Ia pun berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia. (Red)

Continue Reading

Sambas

Ruang Kelas SDN 03 Setalik Dirusak, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Aksi perusakan terjadi di lingkungan pendidikan. Ruang kelas SDN 03 Setalik, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, ditemukan dalam kondisi berantakan akibat ulah orang tak dikenal, Rabu (25/03/2026) pagi.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, pihak sekolah mendapati kondisi ruang kelas sudah tidak seperti biasa. Bangku dan kursi siswa berserakan, memicu keresahan di lingkungan sekolah.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak sekolah segera melaporkan ke aparat kepolisian. Personel Polsek Sejangkung pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko, mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan awal ditemukan adanya indikasi pembakaran di dalam ruang kelas.

“Terdapat tumpukan kertas yang dibakar. Terindikasi dilakukan secara sengaja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, barang yang terbakar merupakan buku-buku lama yang sudah tidak terpakai. Meski tidak menimbulkan kerugian besar, insiden ini tetap menjadi perhatian serius karena menyasar fasilitas pendidikan.

Saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Namun, pihak kepolisian menghadapi kendala dalam mengungkap pelaku, lantaran kamera pengawas (CCTV) di lokasi tidak berfungsi.

Akibatnya, petugas hanya mengandalkan jejak-jejak yang ditemukan di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam menjaga keamanan fasilitas umum seperti sekolah.

“Segera laporkan jika melihat aktivitas mencurigakan ke Polsek terdekat atau melalui layanan darurat 110,” imbau Sadoko. (Red)

Continue Reading

Trending