Connect with us

Sambas

HNSI Sambas Soroti Krisis BBM Subsidi Nelayan, Dorong Sistem Digital dan Penguatan Koperasi

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Sekretaris DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Amirudin menyoroti persoalan sulitnya akses BBM subsidi bagi nelayan di Kabupaten Sambas. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan serius yang hingga kini masih dihadapi masyarakat pesisir.

Kabupaten Sambas dikenal sebagai salah satu daerah pesisir dengan potensi perikanan yang besar di Kalimantan Barat. Ribuan masyarakat menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan aktivitas melaut setiap harinya.

Namun di balik potensi tersebut, nelayan masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan dan ketidakjelasan distribusi BBM subsidi yang diperuntukkan bagi nelayan aktif.

Amirudin menilai persoalan BBM nelayan bukan hanya soal keberadaan SPBUN, melainkan menyangkut sistem distribusi dan kuota yang belum sepenuhnya tepat sasaran.

“Nelayan sangat bergantung pada BBM untuk mencari nafkah. Tetapi ketika distribusi subsidi tidak tepat sasaran, nelayan kecil justru menjadi pihak yang paling terdampak,” kata Amirudin.

Ia mengungkapkan, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak nelayan kesulitan memperoleh solar subsidi secara langsung. Bahkan, sebagian nelayan terpaksa membeli BBM dari para pengantri di SPBU dengan harga lebih mahal dibanding harga resmi pemerintah.

Menurutnya, situasi tersebut sangat memberatkan nelayan kecil karena biaya operasional melaut menjadi semakin tinggi, sementara hasil tangkapan ikan tidak selalu stabil.

“Akibatnya, pendapatan nelayan sering kali hanya cukup menutupi modal melaut tanpa memberikan keuntungan yang layak untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Amirudin juga mengingatkan bahwa apabila persoalan BBM subsidi terus dibiarkan, maka sektor perikanan daerah dapat terdampak lebih luas. Aktivitas melaut berpotensi menurun, produksi ikan berkurang, hingga harga ikan di pasaran bisa meningkat.

Karena itu, HNSI Sambas mendorong pemerintah menghadirkan solusi yang lebih konkret, tidak hanya melalui penambahan kuota BBM subsidi tetapi juga dengan membangun sistem distribusi yang modern dan transparan.

“HNSI Sambas mendorong adanya sistem distribusi berbasis data digital nelayan aktif agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan mudah diawasi,” jelasnya.

Selain persoalan BBM, HNSI Sambas juga menilai penguatan koperasi nelayan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menurut Amirudin, koperasi nelayan yang dikelola dengan baik dapat membantu nelayan memperoleh akses BBM, permodalan, alat tangkap, hingga pemasaran hasil laut dengan harga yang lebih stabil.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia nelayan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri perikanan modern.

“Nelayan masa kini tidak cukup hanya mengandalkan cara tradisional. Mereka perlu dibekali pengetahuan tentang teknologi perikanan, keselamatan pelayaran, manajemen usaha, pengolahan hasil laut, hingga pemasaran digital,” katanya.

Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi cuaca laut, informasi titik ikan, pemasaran online, dan transaksi digital dinilai dapat membantu nelayan menjadi lebih produktif dan mampu bersaing di era modern.

HNSI Sambas berharap perhatian pemerintah terhadap persoalan nelayan tidak berhenti pada wacana semata. Sebab selama ini nelayan telah memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan, ekonomi pesisir, dan sektor perikanan daerah.

“HNSI akan terus hadir mengawal aspirasi nelayan, memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada nelayan kecil, dan menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat pesisir,” tegas Amirudin. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sambas

Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 19 Jemaah Haji Asal Sambas dari Tanah Suci

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti penyambutan 19 jemaah haji asal Kabupaten Sambas yang kembali dari Tanah Suci Mekah. Rombongan tiba di Masjid Jami’ Darul Falah, Desa Semelagi Besar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis (18/6/2026).

Momen kepulangan tersebut berlangsung meriah. Dentuman drum band dan tabuhan musik mengiringi langkah para jemaah saat turun dari bus. Tangis haru pun pecah ketika keluarga memeluk dan menyalami satu per satu jemaah yang baru kembali dari perjalanan spiritual terbesar umat Islam.

Sebagai bentuk rasa syukur, prosesi penyambutan juga diwarnai tradisi penaburan beras kuning di atas kepala para jemaah sebagai simbol keselamatan dan keberkahan setelah menunaikan ibadah haji.

Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sambas, Yudi, turut hadir menyambut langsung kepulangan para tamu Allah tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.

“Menjalankan ibadah haji bukan perkara mudah. Perlu pengorbanan yang luar biasa. Apa yang sudah dilakukan di Tanah Suci semoga diterima oleh Allah SWT dan seluruh jemaah mendapatkan predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah,” ujar Yudi.

Ia berharap para jemaah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat setelah kembali ke kampung halaman. Menurutnya, pengalaman spiritual dan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama di Tanah Suci diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat sehingga mampu membawa perubahan positif, khususnya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” katanya.

Yudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari Kementerian Agama, panitia daerah, hingga tim kesehatan yang mendampingi para jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah jemaah haji yang tiba sebanyak 19 orang dengan pendampingan seorang pembimbing haji. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 8 laki-laki dan 11 perempuan yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sambas, di antaranya Kecamatan Sambas, Teluk Keramat, Tebas, Pemangkat, Jawai, Sejangkung, Subah, dan Jawai Selatan. (Red)

Continue Reading

Sambas

Sekda Sambas Lepas Kontingen POPDA Kalbar 2026, Targetkan Prestasi Terbaik untuk Daerah

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si., secara resmi melepas Kontingen Kabupaten Sambas yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Pontianak. Kegiatan pelepasan berlangsung di Aula Bupati Sambas, Kamis (18/6/2026).

Kontingen Kabupaten Sambas akan mengikuti sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, di antaranya sepak bola, sepak takraw, bola voli putra dan putri, serta bola basket putra dan putri.

Dalam sambutannya, Sekda Sambas menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mempersiapkan diri untuk membawa nama baik daerah pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ia menegaskan bahwa para atlet yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Sambas yang telah melalui proses pembinaan dan seleksi.

“Kalian adalah orang-orang pilihan yang mewakili masyarakat Sambas. Berjuanglah dengan sungguh-sungguh dan tunjukkan kemampuan terbaik untuk daerah,” ujarnya

Sekda juga berpesan agar seluruh atlet senantiasa menjaga kekompakan, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama mengikuti pertandingan.

“Saya berharap seluruh atlet dapat menjaga nama baik Kabupaten Sambas, menjunjung sportivitas, dan tetap solid sebagai satu tim. Tunjukkan bahwa atlet Sambas memiliki semangat juang yang tinggi serta mampu bersaing secara sehat,” katanya.

Kepada para pelatih dan official, Sekda meminta agar terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada atlet sehingga mampu tampil maksimal di setiap pertandingan.

“Peran pelatih dan official sangat penting dalam membangun mental bertanding atlet. Berikan dukungan dan motivasi agar mereka dapat tampil percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.

Di akhir arahannya, Fery Madagaskar mendoakan agar seluruh anggota kontingen diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan selama mengikuti POPDA Kalbar 2026.

“Semoga seluruh atlet, pelatih, dan ofisial selalu diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT, sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan baik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Sambas,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading

Sambas

Ketua Umum BKMT Pusat Ajak Perkuat Kaderisasi dan Selamatkan Generasi Muda di Sambas

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pusat, Dr. Hj. Syifa Fauzia, mengajak seluruh pengurus dan anggota BKMT untuk terus memperkuat kaderisasi serta berperan aktif dalam menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Tablig Akbar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sambas bersama BKMT Kabupaten Sambas di halaman Kantor Bupati Sambas, Kamis (18/6/2026).

Dalam sambutannya, Syifa Fauzia menjelaskan bahwa BKMT merupakan organisasi massa Islam yang lahir pada 1 Januari 1981 di Jakarta atas prakarsa tokoh pendidikan dan dakwah, Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah. Organisasi tersebut didirikan berdasarkan kesepakatan lebih dari 735 majelis taklim yang saat itu membutuhkan wadah komunikasi dan silaturahmi.

“Awalnya BKMT dibentuk sebagai forum komunikasi dan wadah silaturahmi untuk memberdayakan potensi majelis taklim yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Alhamdulillah, kini BKMT berkembang dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga kecamatan dan menjadi salah satu payung majelis taklim terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Syifa mengaku bersyukur dapat berkunjung ke Kabupaten Sambas dan bertemu langsung dengan masyarakat serta keluarga besar BKMT di daerah tersebut.

“Alhamdulillah melalui BKMT saya bisa berkunjung ke Kabupaten Sambas ini. Ada rasa haru bagi kami karena melihat perjuangan ibunda kami dalam membangun BKMT hingga berkembang dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Menurutnya, keberadaan BKMT tidak hanya menjadi wadah pembinaan keagamaan, tetapi juga harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

“BKMT harus selalu menjadi solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan kita. Banyak hal dan kegiatan yang bisa kita lakukan bersama, dan mudah-mudahan semuanya menjadi amal pahala bagi kita semua,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap generasi muda yang kelak akan melanjutkan pembangunan bangsa. Karena itu, BKMT terus mendorong proses kaderisasi yang berkelanjutan di setiap daerah.

“Bagaimana kita harus menyelamatkan terus generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini. BKMT sudah membangun kaderisasi secara turun-temurun. Ajak anak-anak kita untuk hadir dan aktif mengikuti majelis taklim,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Syifa berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sambas dan jajaran pengurus BKMT setempat dapat semakin memperkuat peran organisasi dalam membina umat.

“Mudah-mudahan dengan dukungan Bapak Bupati Sambas dan Ketua DPD BKMT Kabupaten Sambas, BKMT bisa semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading

Trending