Sambas
Isu Kawasan Hutan Jadi Sorotan, Komisi II DPRD Sambas Koordinasi ke BPKH Pontianak
Mercusuar.Co.Id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas melalui Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan melakukan koordinasi dan konsultasi ke Kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah III Pontianak, Kamis (13/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan BPKH tersebut membahas penetapan status kawasan hutan serta berbagai persoalan lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Sambas.
Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Sambas dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Sehan A Rahman, S.H., didampingi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sambas, Erwin Johana, S.H., beserta anggota Komisi II lainnya. Kedatangan mereka diterima oleh Kepala Seksi PPKH Balai PKH, Raindras Dwiarsa, S.Hut., M.Sc., bersama jajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Sehan A. Rahman mengungkapkan bahwa penetapan status kawasan hutan dan permasalahan lingkungan di Kabupaten Sambas menjadi isu krusial yang berkembang secara dinamis sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Menurutnya, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat terkait status kawasan hutan.
“Alhamdulillah, hari ini Komisi II DPRD melakukan koordinasi ke BPKH Wilayah III Pontianak Kalbar terkait penetapan kawasan hutan. Ini menjadi perhatian khusus DPRD untuk memperjuangkan hak masyarakat serta memberi informasi yang akurat terkait kawasan hutan di Kabupaten Sambas,” ujar Sehan.
Senada dengan itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sambas, Erwin Johana, menyampaikan bahwa terdapat keresahan di tengah masyarakat terhadap penetapan kawasan hutan lindung. Banyak warga menilai lahan yang kini ditetapkan sebagai kawasan hutan tersebut telah lama dimanfaatkan dan digarap secara turun-temurun oleh masyarakat.
Menurut Erwin, konflik agraria ini menjadi persoalan sentral akibat kurangnya sosialisasi terhadap proses penetapan kawasan hutan. Padahal, sebagian lahan yang terdampak telah lama diproduksi dan ditanami oleh generasi sebelumnya hingga saat ini dilanjutkan oleh anak cucu mereka.
“Terdapat keresahan masyarakat terhadap penetapan kawasan hutan ini yang sudah menjadi permasalahan sentral. Padahal lahan tersebut sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat, ditanami oleh orang terdahulu, dan hingga kini dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” ungkap Erwin.
Ia menambahkan, koordinasi dan konsultasi ke BPKH Kalbar ini menjadi langkah awal untuk memperoleh referensi dan pertimbangan hukum serta teknis, sebagai dasar pengambilan kebijakan dan langkah lanjutan DPRD ke depan.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa kawasan hutan yang ditetapkan merupakan wilayah tertentu yang secara resmi ditunjuk pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Proses pengukuhan kawasan hutan pun melalui tahapan yang ketat, mulai dari penunjukan kawasan hutan, penataan batas, pemetaan, hingga penetapan secara resmi.
Erwin juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara BPKH dan Balai Ekosistem Mangrove dalam upaya pelestarian dan perlindungan hutan, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Sambas yang memiliki ekosistem mangrove cukup luas.
“Kita berharap sinergitas yang baik antara Balai Ekosistem Mangrove dengan BPKH dalam melestarikan dan melindungi hutan agar kelestarian tetap terjaga,” pungkasnya. (Red)
Sambas
Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 19 Jemaah Haji Asal Sambas dari Tanah Suci
Mercusuar.Co.Id – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti penyambutan 19 jemaah haji asal Kabupaten Sambas yang kembali dari Tanah Suci Mekah. Rombongan tiba di Masjid Jami’ Darul Falah, Desa Semelagi Besar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis (18/6/2026).
Momen kepulangan tersebut berlangsung meriah. Dentuman drum band dan tabuhan musik mengiringi langkah para jemaah saat turun dari bus. Tangis haru pun pecah ketika keluarga memeluk dan menyalami satu per satu jemaah yang baru kembali dari perjalanan spiritual terbesar umat Islam.
Sebagai bentuk rasa syukur, prosesi penyambutan juga diwarnai tradisi penaburan beras kuning di atas kepala para jemaah sebagai simbol keselamatan dan keberkahan setelah menunaikan ibadah haji.
Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sambas, Yudi, turut hadir menyambut langsung kepulangan para tamu Allah tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.
“Menjalankan ibadah haji bukan perkara mudah. Perlu pengorbanan yang luar biasa. Apa yang sudah dilakukan di Tanah Suci semoga diterima oleh Allah SWT dan seluruh jemaah mendapatkan predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah,” ujar Yudi.
Ia berharap para jemaah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat setelah kembali ke kampung halaman. Menurutnya, pengalaman spiritual dan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
“Bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama di Tanah Suci diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat sehingga mampu membawa perubahan positif, khususnya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” katanya.
Yudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari Kementerian Agama, panitia daerah, hingga tim kesehatan yang mendampingi para jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah jemaah haji yang tiba sebanyak 19 orang dengan pendampingan seorang pembimbing haji. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 8 laki-laki dan 11 perempuan yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sambas, di antaranya Kecamatan Sambas, Teluk Keramat, Tebas, Pemangkat, Jawai, Sejangkung, Subah, dan Jawai Selatan. (Red)
Sambas
Sekda Sambas Lepas Kontingen POPDA Kalbar 2026, Targetkan Prestasi Terbaik untuk Daerah
Mercusuar.Co.Id – Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si., secara resmi melepas Kontingen Kabupaten Sambas yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Pontianak. Kegiatan pelepasan berlangsung di Aula Bupati Sambas, Kamis (18/6/2026).
Kontingen Kabupaten Sambas akan mengikuti sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, di antaranya sepak bola, sepak takraw, bola voli putra dan putri, serta bola basket putra dan putri.
Dalam sambutannya, Sekda Sambas menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mempersiapkan diri untuk membawa nama baik daerah pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ia menegaskan bahwa para atlet yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Sambas yang telah melalui proses pembinaan dan seleksi.
“Kalian adalah orang-orang pilihan yang mewakili masyarakat Sambas. Berjuanglah dengan sungguh-sungguh dan tunjukkan kemampuan terbaik untuk daerah,” ujarnya
Sekda juga berpesan agar seluruh atlet senantiasa menjaga kekompakan, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama mengikuti pertandingan.
“Saya berharap seluruh atlet dapat menjaga nama baik Kabupaten Sambas, menjunjung sportivitas, dan tetap solid sebagai satu tim. Tunjukkan bahwa atlet Sambas memiliki semangat juang yang tinggi serta mampu bersaing secara sehat,” katanya.
Kepada para pelatih dan official, Sekda meminta agar terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada atlet sehingga mampu tampil maksimal di setiap pertandingan.
“Peran pelatih dan official sangat penting dalam membangun mental bertanding atlet. Berikan dukungan dan motivasi agar mereka dapat tampil percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Fery Madagaskar mendoakan agar seluruh anggota kontingen diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan selama mengikuti POPDA Kalbar 2026.
“Semoga seluruh atlet, pelatih, dan ofisial selalu diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT, sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan baik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Sambas,” pungkasnya. (Red)
Sambas
Ketua Umum BKMT Pusat Ajak Perkuat Kaderisasi dan Selamatkan Generasi Muda di Sambas
Mercusuar.Co.Id – Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pusat, Dr. Hj. Syifa Fauzia, mengajak seluruh pengurus dan anggota BKMT untuk terus memperkuat kaderisasi serta berperan aktif dalam menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Tablig Akbar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sambas bersama BKMT Kabupaten Sambas di halaman Kantor Bupati Sambas, Kamis (18/6/2026).
Dalam sambutannya, Syifa Fauzia menjelaskan bahwa BKMT merupakan organisasi massa Islam yang lahir pada 1 Januari 1981 di Jakarta atas prakarsa tokoh pendidikan dan dakwah, Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah. Organisasi tersebut didirikan berdasarkan kesepakatan lebih dari 735 majelis taklim yang saat itu membutuhkan wadah komunikasi dan silaturahmi.
“Awalnya BKMT dibentuk sebagai forum komunikasi dan wadah silaturahmi untuk memberdayakan potensi majelis taklim yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Alhamdulillah, kini BKMT berkembang dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga kecamatan dan menjadi salah satu payung majelis taklim terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Syifa mengaku bersyukur dapat berkunjung ke Kabupaten Sambas dan bertemu langsung dengan masyarakat serta keluarga besar BKMT di daerah tersebut.
“Alhamdulillah melalui BKMT saya bisa berkunjung ke Kabupaten Sambas ini. Ada rasa haru bagi kami karena melihat perjuangan ibunda kami dalam membangun BKMT hingga berkembang dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Menurutnya, keberadaan BKMT tidak hanya menjadi wadah pembinaan keagamaan, tetapi juga harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
“BKMT harus selalu menjadi solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan kita. Banyak hal dan kegiatan yang bisa kita lakukan bersama, dan mudah-mudahan semuanya menjadi amal pahala bagi kita semua,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap generasi muda yang kelak akan melanjutkan pembangunan bangsa. Karena itu, BKMT terus mendorong proses kaderisasi yang berkelanjutan di setiap daerah.
“Bagaimana kita harus menyelamatkan terus generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini. BKMT sudah membangun kaderisasi secara turun-temurun. Ajak anak-anak kita untuk hadir dan aktif mengikuti majelis taklim,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Syifa berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sambas dan jajaran pengurus BKMT setempat dapat semakin memperkuat peran organisasi dalam membina umat.
“Mudah-mudahan dengan dukungan Bapak Bupati Sambas dan Ketua DPD BKMT Kabupaten Sambas, BKMT bisa semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)
-
Uncategorized7 bulan agoDiterima Perintah Pusat Usulan PPPK Paruh Waktu Sambas Segera Siapkan Berkas
-
Uncategorized8 bulan agoKetua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat
-
Sambas7 bulan agoLonjakan Pasien Capai Seribu Orang, RSUD Sambas Siapkan Pembangunan Gedung Baru
-
Uncategorized7 bulan agoRSUD Sambas Bantah Tuduhan Layanan Buruk
-
Daerah7 bulan agoBupati Satono Operasi Pasar Murah di Sajingan Besar, Pastikan Harga Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
-
Daerah8 bulan agoPelatihan Tata Rias TP PKK Sambas, Buka Peluang Usaha bagi Kaum Ibu
-
Daerah7 bulan agoSinergi Kemenkumham dan DPRD Sambas Tingkatkan Kualitas Regulasi Daerah
-
Daerah7 bulan agoTP PKK dan BPBD Sambas Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Selakau
