Sambas
Kejari Sambas dan PDAM Tirta Muare Ulakan Jalin Kerja Sama Hukum
Mercusuar.Co.Id – Kejaksaan Negeri Sambas resmi menjalin kerja sama dengan PDAM Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas dalam upaya memperkuat penanganan persoalan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sambas, Sulasman, yang didampingi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Rian Prana Putra, bersama jajaran Jaksa Pengacara Negara.
Dalam keterangannya, Sulasman menjelaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam memberikan pendampingan hukum kepada PDAM Tirta Muare Ulakan, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan hukum yang mungkin timbul dalam operasional perusahaan daerah tersebut.
“Melalui kerja sama ini, kami siap memberikan bantuan hukum, baik secara litigasi maupun non-litigasi, guna mendukung kelancaran tugas dan fungsi PDAM,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran Jaksa Pengacara Negara diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam memastikan setiap kebijakan dan langkah yang diambil PDAM tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Lebih lanjut, Sulasman berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas formalitas, tetapi benar-benar diimplementasikan secara optimal untuk memperkuat tata kelola kelembagaan.
“Dengan adanya pendampingan hukum ini, diharapkan tercipta kepastian hukum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun sinergi antar lembaga, sekaligus memperkuat aspek hukum dalam pengelolaan layanan publik di Kabupaten Sambas. (Red)
Sambas
Ketua Komisi I DPRD Sambas Apresiasi Langkah Satono Perjuangkan Sekolah Rakyat
Mercusuar.co.id – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas Anwari, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis yang dilakukan Bupati Sambas, Satono, dalam memperjuangkan program pembangunan bagi masyarakat perbatasan.
Menurut Anwari, audiensi yang dilakukan bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, serta Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Legislator Gerindra ini menilai, masuknya Kabupaten Sambas dalam prioritas program Sekolah Rakyat menjadi kabar baik yang patut disyukuri, khususnya bagi masyarakat di wilayah perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
“Kami di DPRD tentu mengapresiasi langkah Bupati Sambas yang aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat hingga ke tingkat pusat. Ini bukti keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Anwari.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat dengan konsep boarding school sangat relevan diterapkan di daerah perbatasan seperti Sambas. Selain mampu menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu, program ini juga dinilai dapat menjadi solusi dalam menekan angka putus sekolah.
Anwari juga menegaskan dukungan DPRD terhadap pelaksanaan program tersebut, termasuk dalam aspek penganggaran dan pengawasan agar berjalan tepat sasaran.
“Kami siap mendukung, baik dari sisi kebijakan maupun pengawasan, agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi anak-anak fakir miskin, yatim, dan yang putus sekolah,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sambas dan pemerintah pusat terus diperkuat, sehingga berbagai program pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan sosial, dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Harapan kita, program ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat perbatasan ke depan,” tutupnya. (Red)
Sambas
Prestasi Membanggakan, Pewaris Tahta Kesultanan Sambas Raih Doktor
Mercusuar.Co.Id — Kabar membanggakan datang dari Kesultanan Sambas. Pangeran Ratu, Dr. Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E., yang dikenal sebagai pewaris tahta Kesultanan Alwatzikhoebillah Sambas, berhasil menorehkan capaian akademik bergengsi setelah dinyatakan lulus dalam ujian terbuka disertasi sidang promosi doktor.
Prestasi tersebut diraih pada bidang Sejarah Peradaban Islam di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Sambas, khususnya bagi keluarga besar Kesultanan Sambas.
Gelar doktor yang diraih Pangeran Ratu menunjukkan bahwa kebangsawanan tidak hanya diwarisi melalui garis sejarah, tetapi juga diteguhkan lewat ilmu pengetahuan, ketekunan, dan dedikasi dalam dunia akademik. Sosoknya dinilai berhasil memadukan kehormatan tradisi dengan semangat zaman, bahwa pewaris budaya juga mampu tampil sebagai intelektual yang memberi teladan.
Di tengah arus perubahan zaman yang serba cepat, capaian ini menjadi pesan kuat bahwa pendidikan tetap menjadi jalan mulia untuk menjaga martabat, membangun peradaban, dan mengangkat nama daerah. Sosok Dr. Raden Muhammad Tarhan hadir sebagai gambaran bahwa nilai-nilai warisan leluhur dapat berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Bagi masyarakat Sambas, keberhasilan ini tentu bukan hal biasa. Ada rasa haru, bangga, dan kagum melihat seorang pewaris tahta kesultanan menapaki jenjang pendidikan tertinggi dengan penuh kesungguhan. Ini menjadi bukti bahwa putra daerah mampu bersinar di tingkat akademik dan membawa nama besar Sambas ke panggung yang lebih luas.
Lebih dari sekadar gelar, capaian ini juga membawa harapan. Harapan agar warisan sejarah dan peradaban Islam di Sambas terus dirawat oleh generasi yang tidak hanya memahami akar budayanya, tetapi juga memiliki keluasan ilmu untuk meneruskannya ke masa depan.
Keberhasilan Dr. Raden Muhammad Tarhan diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama di Kabupaten Sambas, untuk tidak ragu bermimpi besar, menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan tetap menjunjung nilai adat, agama, serta kehormatan daerah.
Dengan kelulusan ini, Pangeran Ratu tidak hanya menorehkan sejarah bagi dirinya sendiri, tetapi juga menambah lembar kebanggaan bagi Kesultanan Sambas dan masyarakatnya.
Sebuah pencapaian yang layak disambut dengan hormat: tradisi yang terjaga, ilmu yang dijunjung, dan martabat daerah yang semakin terangkat. (Red)
Sambas
Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Peran Da’i Perkuat Ketahanan Nasional di Perbatasan Sambas
Mercusuar.Co.Id – Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka kegiatan Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang diselenggarakan oleh PARMUSI Wilayah Kalimantan Barat di Kabupaten Sambas. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, dan Singapura.
Dalam sambutannya, Wamendagri menekankan bahwa wilayah perbatasan seperti Sambas memiliki peran strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia. “Apa yang tampak di Sambas adalah cermin yang memberikan impresi kepada dunia tentang kewibawaan Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa isu ketahanan nasional di wilayah perbatasan mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari geografi hingga demografi. Dengan jumlah penduduk sekitar 600 ribu jiwa, Sambas menjadi salah satu wilayah dengan populasi terbesar di Kalimantan Barat, sehingga memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan nasional.
Lebih lanjut, Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari program prioritas pemerintah, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden. Berbagai program telah dijalankan di daerah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, sekolah unggulan, hingga layanan cek kesehatan gratis.
Menurutnya, pembangunan wilayah perbatasan tidak cukup hanya dengan pengamanan militer, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. “Kita tidak bisa membiarkan perbatasan menjadi ruang yang rapuh terhadap pengaruh luar yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antarnegara dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, peran da’i dinilai sangat strategis.
“Di era modern, da’i harus bertransformasi secara multidimensional. Tidak hanya sebagai komunikator keagamaan, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan, penguatan ketahanan, serta penjaga nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya.
Melalui forum seminar internasional dan upgrading da’i ini, Wamendagri berharap para da’i mampu mengintegrasikan pesan-pesan ketahanan nasional dalam dakwah mereka, sekaligus mendorong edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga tanah air, memperkuat ekonomi lokal, serta membentengi diri dari pengaruh ideologi asing.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki spiritualitas yang tinggi, tetapi juga mentalitas pemenang dalam mengelola dan menjaga potensi wilayahnya,” tambahnya.
Pemerintah pusat, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan, termasuk di Kabupaten Sambas.
Ia pun berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia. (Red)
-
Uncategorized4 bulan agoDiterima Perintah Pusat Usulan PPPK Paruh Waktu Sambas Segera Siapkan Berkas
-
Uncategorized5 bulan agoKetua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat
-
Sambas4 bulan agoLonjakan Pasien Capai Seribu Orang, RSUD Sambas Siapkan Pembangunan Gedung Baru
-
Daerah5 bulan agoPelatihan Tata Rias TP PKK Sambas, Buka Peluang Usaha bagi Kaum Ibu
-
Uncategorized5 bulan agoRSUD Sambas Bantah Tuduhan Layanan Buruk
-
Sambas4 bulan agoBupati Sambas Dukung Pengembangan Manggis sebagai Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi
-
Uncategorized5 bulan agoMess Karyawan PT Laik di Galing Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
-
Daerah4 bulan agoBupati Satono Operasi Pasar Murah di Sajingan Besar, Pastikan Harga Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
