Sambas
Pemkab Sambas Perkuat Strategi Publikasi dan Diseminasi Informasi Pembangunan
Mercusuar.Co.Id – Dalam rangka mengoptimalkan publikasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat serta memperkuat sinergitas sektoral antar Perangkat Daerah (PD), Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar kegiatan koordinasi kehumasan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Rabu (14/01/2026).
Kegiatan koordinasi ini dipimpin langsung oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas, Samekto Hadi Suseno, S.E., M.E., dan dihadiri oleh pimpinan serta perwakilan perangkat daerah se-Kabupaten Sambas. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antar OPD dalam penyampaian informasi pembangunan kepada publik.
Dalam paparannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sambas, Riza Sunanda, S.T., M.T., M.Eng., menekankan pentingnya peran aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari sejauh mana informasi tersebut dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Setiap program, kebijakan, dan capaian pembangunan perlu dikomunikasikan secara konsisten, terstruktur, dan mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar Riza.
Ia menjelaskan, publikasi yang efektif dan berkelanjutan akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Selain itu, komunikasi yang baik juga mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung dan mengawal proses pembangunan.
“Ketika informasi disampaikan secara terbuka dan transparan, masyarakat akan merasa dilibatkan. Ini menjadi modal penting dalam menciptakan pembangunan yang partisipatif,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten II Setda Sambas, Samekto Hadi Suseno, menegaskan bahwa publikasi pemerintah tidak sekadar menyampaikan informasi kegiatan, tetapi merupakan bagian dari strategi membangun citra positif dan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah daerah.
“Publikasi pemerintah bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan citra positif. Oleh karena itu, sinergi antar OPD sangat penting agar pesan pembangunan yang disampaikan kepada masyarakat selaras dan tidak parsial,” tegas Samekto.
Ia menambahkan, dengan komunikasi yang terkoordinasi dan terintegrasi, masyarakat dapat memahami arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Sambas, sekaligus ikut berperan aktif dalam mengawal pelaksanaannya.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan citra positif Pemerintah Daerah dalam mendukung percepatan serta keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Sambas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Samekto juga mengingatkan seluruh OPD agar lebih proaktif dalam berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, khususnya dalam penyampaian data dan informasi yang akurat, tepat waktu, dan berimbang.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam penyampaian informasi pembangunan kepada publik. Jangan sampai informasi yang disampaikan berbeda-beda atau tidak utuh,” ucapnya.
Ia berharap melalui kegiatan koordinasi kehumasan ini dapat lahir ide dan gagasan konstruktif yang mampu meningkatkan kualitas publikasi program dan kegiatan Pemerintah Kabupaten Sambas, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan arah kebijakan komunikasi pemerintah ke depan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul gagasan-gagasan yang membangun dalam pelaksanaan penyampaian program kegiatan Kabupaten Sambas, serta menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan komunikasi pemerintah ke depan,” tutupnya. (Red)
Sambas
Prestasi Membanggakan, Pewaris Tahta Kesultanan Sambas Raih Doktor
Mercusuar.Co.Id — Kabar membanggakan datang dari Kesultanan Sambas. Pangeran Ratu, Dr. Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E., yang dikenal sebagai pewaris tahta Kesultanan Alwatzikhoebillah Sambas, berhasil menorehkan capaian akademik bergengsi setelah dinyatakan lulus dalam ujian terbuka disertasi sidang promosi doktor.
Prestasi tersebut diraih pada bidang Sejarah Peradaban Islam di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Sambas, khususnya bagi keluarga besar Kesultanan Sambas.
Gelar doktor yang diraih Pangeran Ratu menunjukkan bahwa kebangsawanan tidak hanya diwarisi melalui garis sejarah, tetapi juga diteguhkan lewat ilmu pengetahuan, ketekunan, dan dedikasi dalam dunia akademik. Sosoknya dinilai berhasil memadukan kehormatan tradisi dengan semangat zaman, bahwa pewaris budaya juga mampu tampil sebagai intelektual yang memberi teladan.
Di tengah arus perubahan zaman yang serba cepat, capaian ini menjadi pesan kuat bahwa pendidikan tetap menjadi jalan mulia untuk menjaga martabat, membangun peradaban, dan mengangkat nama daerah. Sosok Dr. Raden Muhammad Tarhan hadir sebagai gambaran bahwa nilai-nilai warisan leluhur dapat berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Bagi masyarakat Sambas, keberhasilan ini tentu bukan hal biasa. Ada rasa haru, bangga, dan kagum melihat seorang pewaris tahta kesultanan menapaki jenjang pendidikan tertinggi dengan penuh kesungguhan. Ini menjadi bukti bahwa putra daerah mampu bersinar di tingkat akademik dan membawa nama besar Sambas ke panggung yang lebih luas.
Lebih dari sekadar gelar, capaian ini juga membawa harapan. Harapan agar warisan sejarah dan peradaban Islam di Sambas terus dirawat oleh generasi yang tidak hanya memahami akar budayanya, tetapi juga memiliki keluasan ilmu untuk meneruskannya ke masa depan.
Keberhasilan Dr. Raden Muhammad Tarhan diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama di Kabupaten Sambas, untuk tidak ragu bermimpi besar, menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan tetap menjunjung nilai adat, agama, serta kehormatan daerah.
Dengan kelulusan ini, Pangeran Ratu tidak hanya menorehkan sejarah bagi dirinya sendiri, tetapi juga menambah lembar kebanggaan bagi Kesultanan Sambas dan masyarakatnya.
Sebuah pencapaian yang layak disambut dengan hormat: tradisi yang terjaga, ilmu yang dijunjung, dan martabat daerah yang semakin terangkat. (Red)
Sambas
Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Peran Da’i Perkuat Ketahanan Nasional di Perbatasan Sambas
Mercusuar.Co.Id – Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka kegiatan Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang diselenggarakan oleh PARMUSI Wilayah Kalimantan Barat di Kabupaten Sambas. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, dan Singapura.
Dalam sambutannya, Wamendagri menekankan bahwa wilayah perbatasan seperti Sambas memiliki peran strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia. “Apa yang tampak di Sambas adalah cermin yang memberikan impresi kepada dunia tentang kewibawaan Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa isu ketahanan nasional di wilayah perbatasan mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari geografi hingga demografi. Dengan jumlah penduduk sekitar 600 ribu jiwa, Sambas menjadi salah satu wilayah dengan populasi terbesar di Kalimantan Barat, sehingga memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan nasional.
Lebih lanjut, Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari program prioritas pemerintah, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden. Berbagai program telah dijalankan di daerah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, sekolah unggulan, hingga layanan cek kesehatan gratis.
Menurutnya, pembangunan wilayah perbatasan tidak cukup hanya dengan pengamanan militer, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. “Kita tidak bisa membiarkan perbatasan menjadi ruang yang rapuh terhadap pengaruh luar yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antarnegara dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, peran da’i dinilai sangat strategis.
“Di era modern, da’i harus bertransformasi secara multidimensional. Tidak hanya sebagai komunikator keagamaan, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan, penguatan ketahanan, serta penjaga nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya.
Melalui forum seminar internasional dan upgrading da’i ini, Wamendagri berharap para da’i mampu mengintegrasikan pesan-pesan ketahanan nasional dalam dakwah mereka, sekaligus mendorong edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga tanah air, memperkuat ekonomi lokal, serta membentengi diri dari pengaruh ideologi asing.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki spiritualitas yang tinggi, tetapi juga mentalitas pemenang dalam mengelola dan menjaga potensi wilayahnya,” tambahnya.
Pemerintah pusat, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan, termasuk di Kabupaten Sambas.
Ia pun berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia. (Red)
Sambas
Ruang Kelas SDN 03 Setalik Dirusak, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran
Mercusuar.Co.Id – Aksi perusakan terjadi di lingkungan pendidikan. Ruang kelas SDN 03 Setalik, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, ditemukan dalam kondisi berantakan akibat ulah orang tak dikenal, Rabu (25/03/2026) pagi.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, pihak sekolah mendapati kondisi ruang kelas sudah tidak seperti biasa. Bangku dan kursi siswa berserakan, memicu keresahan di lingkungan sekolah.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak sekolah segera melaporkan ke aparat kepolisian. Personel Polsek Sejangkung pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko, mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan awal ditemukan adanya indikasi pembakaran di dalam ruang kelas.
“Terdapat tumpukan kertas yang dibakar. Terindikasi dilakukan secara sengaja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, barang yang terbakar merupakan buku-buku lama yang sudah tidak terpakai. Meski tidak menimbulkan kerugian besar, insiden ini tetap menjadi perhatian serius karena menyasar fasilitas pendidikan.
Saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Namun, pihak kepolisian menghadapi kendala dalam mengungkap pelaku, lantaran kamera pengawas (CCTV) di lokasi tidak berfungsi.
Akibatnya, petugas hanya mengandalkan jejak-jejak yang ditemukan di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam menjaga keamanan fasilitas umum seperti sekolah.
“Segera laporkan jika melihat aktivitas mencurigakan ke Polsek terdekat atau melalui layanan darurat 110,” imbau Sadoko. (Red)
-
Uncategorized4 bulan agoDiterima Perintah Pusat Usulan PPPK Paruh Waktu Sambas Segera Siapkan Berkas
-
Uncategorized5 bulan agoKetua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat
-
Sambas4 bulan agoLonjakan Pasien Capai Seribu Orang, RSUD Sambas Siapkan Pembangunan Gedung Baru
-
Daerah5 bulan agoPelatihan Tata Rias TP PKK Sambas, Buka Peluang Usaha bagi Kaum Ibu
-
Uncategorized4 bulan agoRSUD Sambas Bantah Tuduhan Layanan Buruk
-
Sambas4 bulan agoBupati Sambas Dukung Pengembangan Manggis sebagai Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi
-
Uncategorized5 bulan agoMess Karyawan PT Laik di Galing Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
-
Daerah4 bulan agoBupati Satono Operasi Pasar Murah di Sajingan Besar, Pastikan Harga Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
