Sambas
Peringatan Otda ke-30, Anwari Soroti Peran Strategis Pemerintah Daerah
Mercusur.Co.Id – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sambas dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan daerah.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Anwari, menyebut pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Sambas tersebut menjadi pengingat akan pentingnya peran daerah dalam mendorong kemajuan pembangunan.
Menurut legislator Partai Gerindra itu, otonomi daerah harus dimaknai sebagai kesempatan bagi pemerintah daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki.
“Otonomi daerah bukan hanya kewenangan, tetapi juga tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang merata,” ujarnya.
Ia juga menilai pesan yang disampaikan dalam amanat Menteri Dalam Negeri terkait pentingnya sinergi pusat dan daerah sangat relevan dalam menjawab tantangan pembangunan saat ini.
“Koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah akan memastikan setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Anwari menambahkan, pemerintah daerah ke depan perlu terus berinovasi agar tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga mampu merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.
Dengan semangat Hari Otonomi Daerah, ia berharap kualitas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sambas semakin meningkat, terutama dalam hal pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.
“Harapannya, otonomi daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Sambas
DPRD Sambas Pastikan Jalan Desa Digunakan Publik, Dorong Solusi Cepat
Mercusuar.Co.Id – Komisi III DPRD Kabupaten Sambas turun langsung ke Desa Segarau Parit, Kecamatan Tebas, untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap jalan yang tengah menjadi objek sengketa, Rabu (29/4/2026). Hasil peninjauan menunjukkan bahwa ruas jalan tersebut merupakan fasilitas umum yang telah lama dimanfaatkan masyarakat.
Koordinator Komisi III DPRD Sambas, Ferdinan Syolihin, mengatakan kehadiran pihaknya merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang digelar di kantor DPRD. Ia menegaskan, verifikasi ini penting untuk memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus mencari solusi atas persoalan yang terjadi.
“Kami mengapresiasi kehadiran semua pihak, mulai dari pemerintah desa, aparat keamanan, hingga masyarakat. Kehadiran kami untuk memastikan dan menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan, Komisi III menemukan bahwa jalan tersebut telah ada sejak lama dan digunakan secara luas oleh masyarakat. Namun, di lapangan juga ditemukan sejumlah persoalan, termasuk kondisi jalan yang sebagian telah dikeruk hingga memicu kecelakaan warga.
“Bahkan ada warga yang terjatuh ke parit akibat kondisi jalan yang rusak. Ini tentu menjadi perhatian serius,” katanya.
Berdasarkan dokumen yang dipelajari, jalan tersebut diperkirakan sudah ada sejak sekitar tahun 1975. Statusnya sebagai fasilitas umum diperkuat dengan adanya surat hibah pada 2005. Selanjutnya, pada 2016 juga telah terbit sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Wakil Ketua DPRD ini juga mengungkapkan bahwa arsip desa sempat mengalami kebakaran pada 2004, sehingga pemerintah desa kala itu berupaya memperjelas status jalan melalui dokumen pendukung.
Ferdinan menilai, persoalan ini perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah karena jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat, mulai dari akses pendidikan, pertanian, hingga kebutuhan darurat.
Akibat kondisi saat ini, warga harus memutar sejauh 500 meter hingga 1 kilometer untuk mencapai tujuan. Hal ini dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak sekolah.
“Dalam waktu dekat, DPRD akan memfasilitasi pertemuan lanjutan dalam bentuk mediasi ulang untuk mencari solusi terbaik,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan ini melibatkan banyak pihak dan menyangkut kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan secara bijak dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Secepatnya kita akan fasilitasi pertemuan lanjutan agar ada solusi konkret,” pungkasnya. (Red)
Sambas
Sengketa Tanah Jalan Desa Segarau Parit, DPRD Tekankan Solusi Berpihak ke Warga
Mercusuar.Co.Id – Polemik status jalan permukiman di Desa Segarau Parit, Kecamatan Tebas, kembali mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar DPRD Kabupaten Sambas. Forum ini mempertemukan pemerintah desa, masyarakat, serta pihak keluarga Liu Ka Sang untuk mencari titik terang atas konflik yang berlarut.
Dalam forum tersebut, pemerintah desa menegaskan bahwa jalan yang menjadi sengketa pernah dianggarkan melalui dana desa, baik untuk pembangunan lanjutan maupun pemeliharaan. Hal itu dinilai sebagai indikasi bahwa jalan tersebut telah lama difungsikan untuk kepentingan publik.
Wakil Ketua DPRD Sambas, Lerry Kurniawan Figo, menyebut keterangan dari pemerintah desa menjadi bagian penting yang harus ditelusuri lebih lanjut dalam proses penyelesaian.
“Informasi dari desa menunjukkan bahwa jalan ini pernah mendapatkan alokasi anggaran. Ini tentu menjadi poin penting dalam melihat statusnya,” ujarnya.
Menurut Lerry, pemerintah desa meyakini lahan jalan tersebut merupakan tanah yang telah diserahkan masyarakat untuk kepentingan umum. Namun, persoalan muncul karena dokumen atau bukti fisik penyerahan tanah tidak lagi ditemukan.
Kondisi itu diduga berkaitan dengan peristiwa kerusakan hingga kebakaran kantor desa yang terjadi beberapa tahun lalu, sehingga arsip penting ikut hilang. Meski demikian, secara факtual pemerintah desa tetap mengakui jalan tersebut sebagai aset desa.
“Secara de facto diakui sebagai fasilitas umum, apalagi ada riwayat penganggaran yang jelas,” jelasnya.
DPRD Sambas menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut akses vital masyarakat. Oleh sebab itu, hasil RDPU diharapkan dapat dituangkan dalam bentuk dokumen resmi, seperti berita acara atau kesepakatan bersama yang memiliki kekuatan administratif.
“Hasil rapat ini harus melahirkan produk resmi sebagai dasar penyelesaian sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” tegas Lerry.
Ia menambahkan, DPRD akan terus mendorong penyelesaian melalui jalur mediasi dengan melibatkan semua pihak terkait. Namun, jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, maka langkah lanjutan bersama pemerintah daerah dan instansi berwenang akan dipertimbangkan.
“Yang utama adalah solusi yang jelas. Jalan ini menyangkut kebutuhan masyarakat, jadi penyelesaiannya harus mengutamakan kepentingan umum,” pungkasnya. (Run)
Sambas
Anggota DPRD Dorong Intervensi Lapangan Jadi Fokus Penanganan Stunting
Mercusuar.Co.Id – Langkah Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memperkuat penanganan stunting melalui rapat evaluasi intervensi mendapat dukungan dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Ahmad Hapsak Setiawan, menilai upaya yang dipimpin langsung Bupati Sambas, H. Satono, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan stunting secara terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek teknis di lapangan. Hal ini terlihat dari penekanan pada pelayanan cepat, pendampingan keluarga, serta penanganan langsung terhadap masyarakat yang terindikasi stunting.
“Ini bukan sekadar rapat, tapi bagian dari upaya memastikan program benar-benar berjalan efektif di lapangan,” ujarnya.
Fraksi PPP ini juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menekan angka stunting. Ia menyebut keterlibatan tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga Tim Penggerak PKK menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program.
Selain itu, ia mendukung langkah pemerintah daerah yang menekankan penggunaan data akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Menurutnya, validitas data akan menentukan ketepatan intervensi yang dilakukan.
“Kalau data kuat, maka kebijakan juga akan tepat sasaran. Ini yang harus terus dijaga,” katanya.
Ia pun berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat agar upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sambas dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.
“Dengan kolaborasi yang solid, kita optimistis angka stunting bisa ditekan dan kualitas generasi mendatang semakin baik,” pungkasnya. (Red)
-
Uncategorized5 bulan agoDiterima Perintah Pusat Usulan PPPK Paruh Waktu Sambas Segera Siapkan Berkas
-
Uncategorized5 bulan agoKetua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat
-
Sambas5 bulan agoLonjakan Pasien Capai Seribu Orang, RSUD Sambas Siapkan Pembangunan Gedung Baru
-
Daerah6 bulan agoPelatihan Tata Rias TP PKK Sambas, Buka Peluang Usaha bagi Kaum Ibu
-
Uncategorized5 bulan agoRSUD Sambas Bantah Tuduhan Layanan Buruk
-
Daerah5 bulan agoBupati Satono Operasi Pasar Murah di Sajingan Besar, Pastikan Harga Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
-
Sambas5 bulan agoBupati Sambas Dukung Pengembangan Manggis sebagai Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi
-
Uncategorized6 bulan agoMess Karyawan PT Laik di Galing Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
