Sambas
Polemik Pabrik Sawit di Galing, Warga Minta Kajian Ulang Lokasi
Mercusuar.Co.Id – Rencana pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Cemerlang Andalan Sawit (CAS) di Desa Sungai Palah, Kecamatan Galing, menuai penolakan dari sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Peduli Lingkungan.
Penolakan tersebut mencuat dalam kegiatan sosialisasi dan klarifikasi publik yang digelar di Lapangan Futsal Galing, Kamis (16/4/2026), yang difasilitasi oleh pemerintah desa setempat. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, pemerintah desa, dan pihak perusahaan untuk menyampaikan pandangan masing-masing.
Ketua Gerakan Aksi Peduli Lingkungan, Rizky Subarkah, menegaskan bahwa masyarakat pada prinsipnya tidak menolak investasi yang masuk ke wilayah mereka. Namun, penentuan lokasi pembangunan pabrik dinilai belum tepat karena terlalu dekat dengan kawasan vital masyarakat.
“Bukan pabriknya yang kami tolak, tetapi lokasinya. Saat ini jaraknya hanya sekitar 350 meter dari sungai besar dan kurang lebih 400 meter dari permukiman warga,” ujarnya.
Menurut Rizky, kedekatan tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, khususnya pencemaran aliran sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.
Ia menilai, jika tidak dikaji secara matang, keberadaan pabrik justru dapat menimbulkan persoalan baru bagi warga.
“Yang kami khawatirkan adalah dampaknya ke depan. Kalau sampai mencemari sungai, itu akan merugikan masyarakat. Karena itu kami minta lokasi dikaji ulang,” tegasnya.
Selain persoalan lokasi, pihak forum juga menyoroti dugaan belum maksimalnya proses sosialisasi yang dilakukan perusahaan kepada masyarakat. Rizky menyebut, masih ada warga yang belum mendapatkan informasi utuh terkait rencana pembangunan tersebut.
Ia menambahkan, fokus utama masyarakat saat ini adalah kejelasan dampak lingkungan dan sosial, bukan pada program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Jangan bicara CSR dulu. Yang utama adalah dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Kalau itu sudah jelas dan aman, baru kita bisa bahas hal lainnya,” katanya.
Forum Peduli Lingkungan pun meminta pemerintah desa untuk kembali memfasilitasi pertemuan lanjutan guna membahas kemungkinan peninjauan ulang lokasi pembangunan.
Di sisi lain, perwakilan PKS PT CAS, Idris, menjelaskan bahwa perubahan lokasi bukan perkara sederhana. Ia menyebut perusahaan telah melalui proses panjang dalam pengurusan perizinan, termasuk kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
“Kalau harus pindah lokasi, berarti kami harus mengulang seluruh proses dari awal. Itu tentu tidak mudah karena tahapan perizinan yang sudah dilalui cukup panjang,” jelasnya.
Menurutnya, dokumen Amdal yang telah disusun juga telah mempertimbangkan aspek jarak serta potensi dampak lingkungan. Meski demikian, pihak perusahaan tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.
“Kami memahami adanya perbedaan pandangan. Masukan dari masyarakat akan kami tampung dan kami siap untuk berdialog kembali jika difasilitasi pemerintah desa,” ujarnya.
Idris juga menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan serta tanggung jawab sosial sesuai dengan dokumen yang telah disusun, termasuk Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).
Terkait sorotan mengenai sosialisasi, ia menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh miskomunikasi.
“Sosialisasi sebenarnya sudah dilakukan, baik secara formal maupun informal. Namun mungkin belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Palah, Mahrus, menyatakan bahwa pemerintah desa akan bersikap netral dan siap memfasilitasi dialog lanjutan antara masyarakat dan pihak perusahaan.
“Kami menghargai semua aspirasi yang berkembang. Jika diminta untuk memfasilitasi pertemuan lanjutan, tentu kami siap,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa proses sosialisasi telah dilakukan, meski belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat desa.
Mahrus berharap polemik ini dapat diselesaikan melalui musyawarah agar tidak menimbulkan kerugian bagi kedua belah pihak.
“Harapan kami ada solusi terbaik. Perusahaan bisa tetap berjalan, masyarakat juga tidak merasa dirugikan,” pungkasnya. (Red)
Sambas
DPD Golkar Sambas Dukung Wacana Pemekaran Dapil Kalbar III, Dinilai Percepat Pemerataan Pembangunan di Kawasan Perbatasan
Mercusuar.Co.Id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sambas menyatakan dukungan penuh terhadap wacana pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat III. Menurut Golkar Sambas, pemekaran dapil menjadi langkah strategis untuk memperkuat representasi politik masyarakat di wilayah perbatasan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sambas, Sehan A. Rahman, S.H, mengatakan bahwa wilayah yang selama ini berada dalam Dapil Kalbar III memiliki karakteristik geografis dan kebutuhan pembangunan yang berbeda dibanding daerah lainnya. Karena itu, pemekaran dapil dinilai menjadi solusi agar aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan secara lebih optimal.
“DPD Partai Golkar Kabupaten Sambas sangat setuju terhadap wacana pemekaran Dapil Kalbar III. Salah satu alasannya adalah dalam rangka mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur dan sektor lainnya di dua kabupaten perbatasan serta satu kota administratif, yakni Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, dan Kota Singkawang,” ujar Sehan.
Menurutnya, ketiga daerah tersebut merupakan kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah pusat melalui keterwakilan politik yang semakin kuat di parlemen.
Selain faktor pembangunan, Sehan menilai jumlah pemilih di wilayah tersebut juga telah memenuhi pertimbangan untuk dilakukan penataan atau pemekaran daerah pemilihan.
Berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 KPU Provinsi Kalimantan Barat, jumlah pemilih di tiga daerah tersebut terdiri atas:
- Kabupaten Sambas: 458.286 pemilih
- Kabupaten Bengkayang: 206.526 pemilih
- Kota Singkawang: 169.951 pemilih
Sehingga total jumlah pemilih di ketiga daerah mencapai sekitar 834.763 pemilih.
Sehan menegaskan bahwa besarnya jumlah pemilih tersebut menunjukkan kawasan Sambas, Bengkayang, dan Singkawang memiliki potensi yang cukup untuk mendapatkan representasi politik yang lebih proporsional apabila dilakukan penataan daerah pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Selain aspek pemerataan pembangunan, jumlah penduduk maupun jumlah pemilih juga sudah sangat layak menjadi pertimbangan dalam wacana pemekaran dapil. Dengan keterwakilan yang lebih efektif, aspirasi masyarakat perbatasan akan lebih cepat diperjuangkan, baik terkait infrastruktur, pelayanan publik, ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun pengembangan kawasan perbatasan,” tegasnya. (Red)
Sambas
DPRD Sambas Dukung MTQ Kecamatan Tebas, Dorong Penguatan SDM dan Nilai Keagamaan
Mercusuar.Co.Id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinad Sholihin, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-13 Tingkat Kecamatan Tebas yang digelar di Desa Sededong, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, panitia pelaksana, dan masyarakat dalam menghidupkan syiar Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Mewakili DPRD Sambas saya sangat mengapresiasi gagasan yang bagus dari kolaborasi Pemerintah Desa Sededong dalam pelaksanaan MTQ ke-13 Tingkat Kecamatan Tebas. Ke depan, kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan di desa-desa lainnya,” kata Ferdinad.
Ia menilai, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas dalam membangun peradaban masyarakat yang lebih baik.
Menurut Ferdinad, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pendidikan akademik perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai agama agar lahir generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
“Pelaksanaan MTQ sejatinya dapat meningkatkan jejak-jejak peradaban yang ditandai dengan berubahnya pola pikir, kebiasaan, karakter, serta pemikiran masyarakat ke arah yang lebih maju,” ujarnya.
“Majunya peradaban itu tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia, tidak saja secara akademik, namun harus diselaraskan dengan bekal ilmu agama,” sambungnya.
Selain memberikan apresiasi, Ferdinad juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan MTQ yang berlangsung kurang lebih selama tujuh hari.
“Saya berharap panitia, peserta, serta seluruh lapisan masyarakat di Desa Sededong dapat bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan selama kegiatan MTQ ini berlangsung,” tutupnya.
Kegiatan MTQ ke-13 Tingkat Kecamatan Tebas tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. (Red)
Sambas
Bupati Satono Minta Perangkat Daerah Tingkatkan Sinergi dan Tanggung Jawab Kinerja
Mercusuar.Co.Id – Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Kepala Perangkat Daerah di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Kamis (25/6/2026).
Rakor yang dipimpin langsung oleh Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H. tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si., para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, serta para Kepala Bagian dan Kepala Bidang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas.
Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja perangkat daerah guna memastikan jalannya pemerintahan tetap selaras dengan target pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Bupati Satono menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh komitmen, kedisiplinan, dan loyalitas aparatur dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Menurutnya, koordinasi yang kuat antar perangkat daerah menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal sekaligus mempercepat realisasi program-program prioritas pemerintah daerah.
“Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi pemerintahan sekaligus melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja masing-masing perangkat daerah,” ujar Satono.
Ia juga mengingatkan agar seluruh kepala perangkat daerah memiliki kesamaan visi dan arah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sambas. Setiap program yang dirancang, kata dia, harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan target pembangunan yang telah ditetapkan.
Selain itu, Bupati Satono meminta agar pelaporan capaian kinerja dilakukan secara tertib dan akurat sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
“Setiap kepala perangkat daerah harus memiliki visi yang selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Sambas, termasuk dalam hal pelaporan capaian kinerja dan penyusunan program strategis ke depan,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Satono berharap sinergi yang selama ini terjalin dapat terus diperkuat sehingga seluruh program pemerintah daerah dapat berjalan optimal demi mewujudkan Sambas yang lebih maju dan sejahtera.
“Dengan sinergitas yang telah dibangun, kita optimistis dapat menyukseskan berbagai program pemerintah daerah untuk mewujudkan Sambas Berkah Berkemajuan,” tutupnya.
-
Uncategorized8 bulan agoDiterima Perintah Pusat Usulan PPPK Paruh Waktu Sambas Segera Siapkan Berkas
-
Uncategorized9 bulan agoKetua Komisi II DPR RI Tegaskan Pembangunan Kabupaten Sambas Butuh Intervensi Lebih dari Pemerintah Pusat
-
Sambas8 bulan agoLonjakan Pasien Capai Seribu Orang, RSUD Sambas Siapkan Pembangunan Gedung Baru
-
Uncategorized8 bulan agoRSUD Sambas Bantah Tuduhan Layanan Buruk
-
Daerah8 bulan agoSinergi Kemenkumham dan DPRD Sambas Tingkatkan Kualitas Regulasi Daerah
-
Daerah8 bulan agoBupati Satono Operasi Pasar Murah di Sajingan Besar, Pastikan Harga Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
-
Daerah9 bulan agoPelatihan Tata Rias TP PKK Sambas, Buka Peluang Usaha bagi Kaum Ibu
-
Daerah8 bulan agoTP PKK dan BPBD Sambas Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Selakau
