Connect with us

Sambas

Komisi IV DPRD Sambas Bahas Kepastian Gaji dan Status Guru PPPK Paruh Waktu

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas menggelar rapat kerja bersama mitra kerja terkait guna membahas belum adanya kepastian penggajian serta kejelasan status jabatan Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Sambas, Jumat (30/1/2026).

Rapat kerja tersebut menghadirkan Inspektur Kabupaten Sambas, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Sambas, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDM) Kabupaten Sambas, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas sebagai pihak terkait yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan kepegawaian dan anggaran daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas, Mardani, mengungkapkan bahwa rapat kerja ini difokuskan pada dua persoalan utama yang hingga kini masih menjadi keluhan para guru PPPK paruh waktu. Pertama, terkait belum adanya kepastian penggajian bagi guru PPPK paruh waktu yang baru diangkat pada tahun sebelumnya. Kedua, mengenai ketidaksinkronan status jabatan yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) dengan tugas yang dijalankan di lapangan.

“Untuk penggajian guru PPPK paruh waktu yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya bagi tenaga pendidik, saat ini masih mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025. Namun hingga saat ini, mekanisme teknis penggajian melalui dana BOS tersebut belum memiliki kepastian,” jelas Mardani.

Selain persoalan penggajian, Mardani juga menyoroti permasalahan status jabatan guru PPPK paruh waktu yang tidak sesuai. Ia menyebutkan terdapat sejumlah guru yang menjalankan tugas sebagai pengajar, namun dalam SK pengangkatan tidak dicantumkan jabatan sebagai guru.

“Langkah yang akan kami dorong adalah melakukan pendataan ulang terhadap guru PPPK paruh waktu yang SK-nya tidak sinkron dengan tugas yang dijalankan. Data tersebut selanjutnya akan diusulkan kembali agar dapat ditempatkan sesuai dengan jabatan semula,” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), jumlah guru PPPK paruh waktu yang akan diusulkan ulang tersebut mencapai lebih dari 100 orang. Sementara itu, untuk PPPK paruh waktu yang bertugas di dinas lain, pihaknya masih menunggu konfirmasi dan data lanjutan dari instansi terkait.

Terkait kepastian penggajian, Mardani menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dan regulasi resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan disebut telah melakukan berbagai upaya untuk meminta kejelasan, termasuk dengan mengirimkan surat resmi ke kementerian terkait serta instansi pemberdayaan di tingkat provinsi.

“Upaya pemerintah daerah sangat serius untuk meminta kejelasan terkait gaji guru PPPK paruh waktu. Saat ini kita masih menunggu keputusan dari kementerian sebagai dasar hukum yang jelas,” tutupnya. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sambas

Buka Lubuk Dagang Bidar Race Seri III 2026, Heroaldi Siap Jadikan Sebagai Event Tahunan

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, resmi membuka Lubuk Dagang Bidar Race Seri III Tahun 2026 yang digelar di Sirkuit Sungai Teberau, Desa Lubuk Dagang, Minggu (17/5/2026).

Ajang balap bidar bergengsi tersebut diikuti lebih dari 100 tim peserta dari berbagai daerah yang siap bersaing memperebutkan gelar juara. Ratusan pendayung terbaik turut ambil bagian dalam perlombaan yang menjadi salah satu agenda olahraga tradisional masyarakat Sambas itu.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Sambas sekaligus Ketua PODSI Sambas, Anwari, Pimpinan Bank Kalbar Cabang Sambas Iskandar, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Sambas Dedy Zulkarnaen, Kepala BPBD Sambas Alwindo Djuhardi Alwi, serta Kepala Desa Lubuk Dagang Su’aib.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa olahraga dayung memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Kabupaten Sambas.

“Kami dari Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan event ini. Antusiasme peserta yang begitu besar menunjukkan bahwa olahraga dayung di Sambas memiliki potensi yang luar biasa,” ujar Heroaldi.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas untuk terus mendukung kegiatan olahraga dan budaya seperti Bidar Race agar dapat menjadi agenda tahunan daerah.

“Kami meyakinkan akan tetap mendukung kegiatan seperti ini dan siap menjadikannya sebagai event tahunan yang dapat memperkuat sektor olahraga, budaya, sekaligus pariwisata daerah,” katanya.

Sebelum melepas ratusan tim yang akan berlaga, Heroaldi turut mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga sportivitas dan persaudaraan selama kompetisi berlangsung.

“Tetap junjung tinggi sportivitas, jaga persaudaraan, dan semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sampai akhir nantinya,” pungkasnya.

Lubuk Dagang Bidar Race Seri III Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi antar peserta serta menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Sambas. (Red)

Continue Reading

Sambas

40 CPNS Sambas Ikuti Latsar, Wabup Heroaldi Dorong ASN Profesional

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, mewakili Bupati Sambas membuka secara resmi Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Angkatan IX Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sambas, yang berlangsung di Gedung BKPSDMAD Kabupaten Sambas, Senin (18/05/2026).

Sebanyak 40 peserta dari formasi tenaga teknis mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan dasar ini bertujuan membentuk karakter ASN yang profesional dengan membekali peserta sikap bela negara, nilai dasar PNS, serta kompetensi teknis sesuai bidang tugas masing-masing.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sambas menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Sambas saat ini diarahkan untuk mendukung visi “Sambas Berkah Berkemajuan” yang selaras dengan sasaran pembangunan nasional.

“Untuk mewujudkan visi Sambas Berkah Berkemajuan, tentu dibutuhkan dukungan penuh dari ASN yang profesional, terampil, berintegritas, dan memiliki etika pelayanan yang baik,” ujar Heroaldi.

Ia juga menekankan pentingnya peran ASN sebagai pelayan masyarakat sekaligus perekat persatuan bangsa. Menurutnya, seorang PNS harus mampu menjadi teladan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Saya berharap seluruh peserta mampu menginternalisasikan sikap bela negara dan menerapkan nilai-nilai dasar PNS di unit kerja masing-masing. ASN harus hadir sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik yang baik, serta perekat dan pemersatu bangsa,” katanya.

Selain itu, Heroaldi meminta para peserta terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Teruslah meningkatkan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing agar mampu memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sambas,” pesannya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diingatkan untuk menjadikan nilai dasar BerAKHLAK sebagai pedoman dalam bekerja, meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Dengan semangat employer branding “Bangga Melayani Bangsa”, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap lahir ASN yang unggul, berkualitas, dan mampu mewujudkan masyarakat Sambas yang beriman, mandiri, maju, serta berkelanjutan. (Red)

 

Continue Reading

Sambas

Hadiri Seminar ISKA, Bupati Satono Dorong Toleransi dan Persatuan

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Bupati Sambas H. Satono menghadiri sekaligus membuka seminar bertema Sinergitas Lintas Agama dalam Membangun Sambas Berkemajuan yang digelar Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) di Gedung Paroki Sambas, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang memperkuat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama sekaligus membangun semangat kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sambas yang harmonis dan maju.

Dalam sambutannya, Bupati Satono mengapresiasi pelaksanaan seminar yang dinilai mampu menjadi sarana mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sambas.

“Seminar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal untuk melahirkan kontribusi nyata, ide-ide cemerlang, serta semangat kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Sambas,” ujar Satono.

Ia berharap para peserta yang hadir dapat menjadi generasi penerus yang turut mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui pemikiran dan aksi positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata.

“Jadikan ini sebagai starting awal dalam memberikan kontribusi yang konkret dan ide-ide yang cemerlang. Mari bersinergi dan berkolaborasi dalam hal-hal positif,” katanya.

Pada kesempatan itu, Satono juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat persatuan tanpa memandang perbedaan latar belakang agama maupun golongan.

“Maka dari itu seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah, memperkuat persatuan, serta bersatu padu tanpa memandang latar belakang apapun dalam membangun Kabupaten Sambas yang aman, damai, dan sejahtera demi mewujudkan Sambas yang berkah berkemajuan,” tutupnya. (Red)

Continue Reading

Trending