Connect with us

Sambas

Pemkab Sambas Gandeng Kemenkum Kalbar Lindungi Produk Unggulan Daerah

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Bupati Sambas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yudi, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Pendampingan Pencatatan dan Pendaftaran Kekayaan Intelektual yang digelar di Aula Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sambas. Senin (2/2/2026).

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Sambas dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Kalimantan Barat sebagai upaya memberikan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta menjamin kepastian hukum terhadap berbagai potensi daerah. Pendampingan ini difokuskan pada Indikasi Geografis dan Merek Kolektif yang berasal dari produk-produk unggulan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sambas.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yudi, menyampaikan harapannya agar seluruh potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Sambas dapat terdata, terinventarisasi, dan terlindungi secara hukum melalui kegiatan pendampingan tersebut.
“Kami mengapresiasi langkah sigap Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Barat yang telah memberikan pendampingan pencatatan dan pendaftaran Kekayaan Intelektual bagi daerah,” ujarnya.

Menurut Yudi, pendaftaran setiap inovasi, karya, maupun produk unggulan ke dalam skema Kekayaan Intelektual merupakan langkah penting sebagai bentuk perlindungan hukum, sekaligus strategi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal di pasar yang lebih luas.

Ia juga menyinggung rencana pengembangan kawasan perbatasan, khususnya Border Temajuk, yang ke depan difokuskan pada sektor pariwisata. Pembukaan kawasan tersebut dinilai akan membuka peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat Sambas.

“Oleh karena itu, pendaftaran inovasi dan produk unggulan menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaminan hukum, meningkatkan kualitas, serta menjaga identitas produk yang diperdagangkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yudi mengungkapkan bahwa Kabupaten Sambas tercatat sebagai daerah dengan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih tercepat di Kalimantan Barat. Hingga tahun 2025, sebanyak 195 KDMP telah terbentuk dan seluruhnya telah berbadan hukum.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat melalui Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Farida, S.Pt., S.A.P., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pendaftaran, tetapi juga diisi dengan diskusi mendalam terkait merek kolektif dan indikasi geografis.

“Melalui diskusi ini, berbagai potensi daerah dapat digali secara lebih mendalam, khususnya dalam mendorong penguatan merek kolektif melalui Koperasi Desa Merah Putih. Kanwil Kementerian Hukum Kalbar terbuka dan siap memfasilitasi proses pendaftaran Kekayaan Intelektual,” tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat, perwakilan unsur Forkopimda, Asisten Administrasi Umum H. Budiman, S.E., M.M., CGCAE, staf ahli, kepala perangkat daerah terkait, serta berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Sambas. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sambas

Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Peran Da’i Perkuat Ketahanan Nasional di Perbatasan Sambas

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka kegiatan Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang diselenggarakan oleh PARMUSI Wilayah Kalimantan Barat di Kabupaten Sambas. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, dan Singapura.

Dalam sambutannya, Wamendagri menekankan bahwa wilayah perbatasan seperti Sambas memiliki peran strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia. “Apa yang tampak di Sambas adalah cermin yang memberikan impresi kepada dunia tentang kewibawaan Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa isu ketahanan nasional di wilayah perbatasan mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari geografi hingga demografi. Dengan jumlah penduduk sekitar 600 ribu jiwa, Sambas menjadi salah satu wilayah dengan populasi terbesar di Kalimantan Barat, sehingga memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan nasional.

Lebih lanjut, Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari program prioritas pemerintah, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden. Berbagai program telah dijalankan di daerah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, sekolah unggulan, hingga layanan cek kesehatan gratis.

Menurutnya, pembangunan wilayah perbatasan tidak cukup hanya dengan pengamanan militer, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. “Kita tidak bisa membiarkan perbatasan menjadi ruang yang rapuh terhadap pengaruh luar yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antarnegara dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, peran da’i dinilai sangat strategis.

“Di era modern, da’i harus bertransformasi secara multidimensional. Tidak hanya sebagai komunikator keagamaan, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan, penguatan ketahanan, serta penjaga nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya.

Melalui forum seminar internasional dan upgrading da’i ini, Wamendagri berharap para da’i mampu mengintegrasikan pesan-pesan ketahanan nasional dalam dakwah mereka, sekaligus mendorong edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga tanah air, memperkuat ekonomi lokal, serta membentengi diri dari pengaruh ideologi asing.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki spiritualitas yang tinggi, tetapi juga mentalitas pemenang dalam mengelola dan menjaga potensi wilayahnya,” tambahnya.

Pemerintah pusat, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan, termasuk di Kabupaten Sambas.

Ia pun berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia. (Red)

Continue Reading

Sambas

Ruang Kelas SDN 03 Setalik Dirusak, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Aksi perusakan terjadi di lingkungan pendidikan. Ruang kelas SDN 03 Setalik, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, ditemukan dalam kondisi berantakan akibat ulah orang tak dikenal, Rabu (25/03/2026) pagi.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, pihak sekolah mendapati kondisi ruang kelas sudah tidak seperti biasa. Bangku dan kursi siswa berserakan, memicu keresahan di lingkungan sekolah.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak sekolah segera melaporkan ke aparat kepolisian. Personel Polsek Sejangkung pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko, mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan awal ditemukan adanya indikasi pembakaran di dalam ruang kelas.

“Terdapat tumpukan kertas yang dibakar. Terindikasi dilakukan secara sengaja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, barang yang terbakar merupakan buku-buku lama yang sudah tidak terpakai. Meski tidak menimbulkan kerugian besar, insiden ini tetap menjadi perhatian serius karena menyasar fasilitas pendidikan.

Saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Namun, pihak kepolisian menghadapi kendala dalam mengungkap pelaku, lantaran kamera pengawas (CCTV) di lokasi tidak berfungsi.

Akibatnya, petugas hanya mengandalkan jejak-jejak yang ditemukan di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam menjaga keamanan fasilitas umum seperti sekolah.

“Segera laporkan jika melihat aktivitas mencurigakan ke Polsek terdekat atau melalui layanan darurat 110,” imbau Sadoko. (Red)

Continue Reading

Sambas

22 Jemaah Calon Haji Sambas Jalani Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

Published

on

Mercusuar.Co.Id — Sebanyak 22 jemaah calon haji asal Kabupaten Sambas mengikuti pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi meningitis serta polio yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penetapan istita’ah, yakni penilaian kelayakan kesehatan jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tanda-tanda vital, pemeriksaan gula darah sewaktu, tes kehamilan bagi wanita usia subur, hingga konsultasi dengan dokter.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ganjar Prabowo, mengatakan bahwa proses ini penting untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Pemeriksaan kesehatan ini menjadi tahapan krusial dalam menentukan istita’ah jemaah. Kami ingin memastikan bahwa seluruh calon haji benar-benar siap secara fisik maupun medis sebelum berangkat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa vaksinasi meningitis dan polio merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seluruh jemaah. Hal ini mengacu pada ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi dalam proses penerbitan visa haji.

“Vaksinasi ini bukan hanya formalitas, tetapi bentuk perlindungan bagi jemaah. Pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksin meningitis dan polio, dan pelaksanaannya harus dilakukan minimal empat minggu sebelum keberangkatan,” tambahnya.

Menurut Ganjar, Indonesia masih termasuk negara yang rentan terhadap penularan polio, sehingga langkah pencegahan melalui vaksinasi menjadi sangat penting.

Pada tahun 2026, jumlah kuota jemaah haji Kabupaten Sambas mengalami penurunan signifikan, dari sebelumnya sekitar 300 orang menjadi hanya 22 orang. Penurunan ini disebut sebagai dampak kebijakan terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

 

Continue Reading

Trending