Connect with us

Sambas

Pansus LKPJ Dorong Pembenahan Pelayanan Kesehatan di Sambas

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kabupaten Sambas, Mardani, menyoroti sejumlah persoalan sektor kesehatan dalam evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2025.

Menurut Mardani, terdapat beberapa indikator kesehatan yang belum mencapai target sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sambas.

Ia menjelaskan, RPJMD menargetkan angka harapan hidup tahun 2025 mencapai 74,5 tahun, rasio ketersediaan fasilitas kesehatan 83 persen, standar pelayanan minimal (SPM) 100 persen, angka stunting 14,5 persen, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 90 persen, serta prevalensi penyakit menular sebesar 77 persen.

Namun, Pansus LKPJ mencatat masih terdapat persoalan krusial, terutama terkait pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

“Hal yang paling krusial dicatat adalah capaian persentase kematian ibu 0,08 persen, pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar baru mencapai 60,54 persen dan pelayanan ibu hamil serta ibu bersalin masih belum ideal karena baru mencapai 63,21 persen. Sementara pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar baru 65,47 persen,” ujar Mardani.

Ia juga menyoroti tingginya angka prevalensi stunting di Kabupaten Sambas yang mencapai 17,39 persen atau melampaui target RPJMD sebesar 14,5 persen. Angka tersebut disebut menjadi salah satu yang tertinggi di Kalimantan Barat pada indikator IKK outcome.

Selain itu, Pansus mencatat tren peningkatan kematian bayi baru lahir dari tahun ke tahun, yakni 5,20 persen pada 2023, naik menjadi 5,73 persen pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 7,13 persen pada 2025. Meski demikian, angka gizi buruk disebut mengalami perbaikan dari 0,16 persen menjadi 0,09 persen.

Mardani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sambas sebenarnya telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk sektor kesehatan. Dalam RPJMD, dukungan anggaran operasional rumah sakit mencapai Rp234,899 miliar, operasional pelayanan puskesmas Rp38,784 miliar, pelayanan fasilitas kesehatan lainnya Rp903 juta, serta program peningkatan kapasitas SDM kesehatan sebesar Rp4,152 miliar.

Meski demikian, ia menilai kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas masih perlu ditingkatkan, terutama terkait sikap pelayanan tenaga kesehatan terhadap pasien.

“Aspek pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan, baik di rumah sakit umum daerah maupun puskesmas harus lebih ditingkatkan lagi, terutama sikap welcoming petugas kesehatan terhadap pasien,” tegasnya.

Pansus LKPJ DPRD Sambas juga menyoroti banyaknya laporan keluhan masyarakat terkait pelayanan pasien di RSUD Kota Sambas yang disampaikan langsung ke DPRD maupun melalui media sosial.

Sebagai rekomendasi, DPRD meminta pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan memperkuat layanan kesehatan maternal, termasuk deteksi dini risiko kehamilan, persalinan aman, sistem rujukan cepat, serta pendampingan ibu hamil berisiko tinggi sesuai amanah Peraturan Daerah tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Selain itu, DPRD juga mendorong peningkatan intervensi kebijakan dan dukungan anggaran dalam penanganan stunting dan bayi berat lahir rendah (BBLR), mulai dari pendataan by name by address hingga perbaikan sanitasi dan perubahan perilaku masyarakat.

Pansus turut meminta Bupati Sambas mengambil langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga kesehatan prioritas di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya agar pasien dapat ditangani lebih cepat tanpa harus banyak dirujuk ke luar daerah.

“Terkait banyaknya keluhan pasien tentang pelayanan RSUD Sambas hendaknya diambil langkah konstruktif dan persuasif dengan ikrar pelayanan ‘ramah, cepat dan tepat’ bagi semua pasien tanpa perbedaan klaster apa pun,” tutup Mardani. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sambas

Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 19 Jemaah Haji Asal Sambas dari Tanah Suci

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti penyambutan 19 jemaah haji asal Kabupaten Sambas yang kembali dari Tanah Suci Mekah. Rombongan tiba di Masjid Jami’ Darul Falah, Desa Semelagi Besar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis (18/6/2026).

Momen kepulangan tersebut berlangsung meriah. Dentuman drum band dan tabuhan musik mengiringi langkah para jemaah saat turun dari bus. Tangis haru pun pecah ketika keluarga memeluk dan menyalami satu per satu jemaah yang baru kembali dari perjalanan spiritual terbesar umat Islam.

Sebagai bentuk rasa syukur, prosesi penyambutan juga diwarnai tradisi penaburan beras kuning di atas kepala para jemaah sebagai simbol keselamatan dan keberkahan setelah menunaikan ibadah haji.

Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sambas, Yudi, turut hadir menyambut langsung kepulangan para tamu Allah tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.

“Menjalankan ibadah haji bukan perkara mudah. Perlu pengorbanan yang luar biasa. Apa yang sudah dilakukan di Tanah Suci semoga diterima oleh Allah SWT dan seluruh jemaah mendapatkan predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah,” ujar Yudi.

Ia berharap para jemaah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat setelah kembali ke kampung halaman. Menurutnya, pengalaman spiritual dan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama di Tanah Suci diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat sehingga mampu membawa perubahan positif, khususnya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” katanya.

Yudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari Kementerian Agama, panitia daerah, hingga tim kesehatan yang mendampingi para jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah jemaah haji yang tiba sebanyak 19 orang dengan pendampingan seorang pembimbing haji. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 8 laki-laki dan 11 perempuan yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sambas, di antaranya Kecamatan Sambas, Teluk Keramat, Tebas, Pemangkat, Jawai, Sejangkung, Subah, dan Jawai Selatan. (Red)

Continue Reading

Sambas

Sekda Sambas Lepas Kontingen POPDA Kalbar 2026, Targetkan Prestasi Terbaik untuk Daerah

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si., secara resmi melepas Kontingen Kabupaten Sambas yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Pontianak. Kegiatan pelepasan berlangsung di Aula Bupati Sambas, Kamis (18/6/2026).

Kontingen Kabupaten Sambas akan mengikuti sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, di antaranya sepak bola, sepak takraw, bola voli putra dan putri, serta bola basket putra dan putri.

Dalam sambutannya, Sekda Sambas menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mempersiapkan diri untuk membawa nama baik daerah pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ia menegaskan bahwa para atlet yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Sambas yang telah melalui proses pembinaan dan seleksi.

“Kalian adalah orang-orang pilihan yang mewakili masyarakat Sambas. Berjuanglah dengan sungguh-sungguh dan tunjukkan kemampuan terbaik untuk daerah,” ujarnya

Sekda juga berpesan agar seluruh atlet senantiasa menjaga kekompakan, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama mengikuti pertandingan.

“Saya berharap seluruh atlet dapat menjaga nama baik Kabupaten Sambas, menjunjung sportivitas, dan tetap solid sebagai satu tim. Tunjukkan bahwa atlet Sambas memiliki semangat juang yang tinggi serta mampu bersaing secara sehat,” katanya.

Kepada para pelatih dan official, Sekda meminta agar terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada atlet sehingga mampu tampil maksimal di setiap pertandingan.

“Peran pelatih dan official sangat penting dalam membangun mental bertanding atlet. Berikan dukungan dan motivasi agar mereka dapat tampil percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.

Di akhir arahannya, Fery Madagaskar mendoakan agar seluruh anggota kontingen diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan selama mengikuti POPDA Kalbar 2026.

“Semoga seluruh atlet, pelatih, dan ofisial selalu diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT, sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan baik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Sambas,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading

Sambas

Ketua Umum BKMT Pusat Ajak Perkuat Kaderisasi dan Selamatkan Generasi Muda di Sambas

Published

on

Mercusuar.Co.Id – Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pusat, Dr. Hj. Syifa Fauzia, mengajak seluruh pengurus dan anggota BKMT untuk terus memperkuat kaderisasi serta berperan aktif dalam menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Tablig Akbar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sambas bersama BKMT Kabupaten Sambas di halaman Kantor Bupati Sambas, Kamis (18/6/2026).

Dalam sambutannya, Syifa Fauzia menjelaskan bahwa BKMT merupakan organisasi massa Islam yang lahir pada 1 Januari 1981 di Jakarta atas prakarsa tokoh pendidikan dan dakwah, Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah. Organisasi tersebut didirikan berdasarkan kesepakatan lebih dari 735 majelis taklim yang saat itu membutuhkan wadah komunikasi dan silaturahmi.

“Awalnya BKMT dibentuk sebagai forum komunikasi dan wadah silaturahmi untuk memberdayakan potensi majelis taklim yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Alhamdulillah, kini BKMT berkembang dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga kecamatan dan menjadi salah satu payung majelis taklim terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Syifa mengaku bersyukur dapat berkunjung ke Kabupaten Sambas dan bertemu langsung dengan masyarakat serta keluarga besar BKMT di daerah tersebut.

“Alhamdulillah melalui BKMT saya bisa berkunjung ke Kabupaten Sambas ini. Ada rasa haru bagi kami karena melihat perjuangan ibunda kami dalam membangun BKMT hingga berkembang dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Menurutnya, keberadaan BKMT tidak hanya menjadi wadah pembinaan keagamaan, tetapi juga harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

“BKMT harus selalu menjadi solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan kita. Banyak hal dan kegiatan yang bisa kita lakukan bersama, dan mudah-mudahan semuanya menjadi amal pahala bagi kita semua,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap generasi muda yang kelak akan melanjutkan pembangunan bangsa. Karena itu, BKMT terus mendorong proses kaderisasi yang berkelanjutan di setiap daerah.

“Bagaimana kita harus menyelamatkan terus generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini. BKMT sudah membangun kaderisasi secara turun-temurun. Ajak anak-anak kita untuk hadir dan aktif mengikuti majelis taklim,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Syifa berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sambas dan jajaran pengurus BKMT setempat dapat semakin memperkuat peran organisasi dalam membina umat.

“Mudah-mudahan dengan dukungan Bapak Bupati Sambas dan Ketua DPD BKMT Kabupaten Sambas, BKMT bisa semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading

Trending